Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani/Net

Politik

Sri Mulyani: Progam Penanganan Covid-19 Dan PEN Diperkirakan Rp 905 Triliun

JUMAT, 19 JUNI 2020 | 18:56 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diprediksi akan memakan biaya hampir seribu triliun rupiah.

Hal tersebut dikatakan Sri Mulyani dalam menyikapi pelebaran defisit APBN 2020 sebesar 6,34 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) yang diprediksi memjadi beban pemerintah hingga 10 tahun.

“Program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional diperkirakan akan memakan biaya Rp 905,10 triliun,” ucap Menteri Keuangan, Sri Mulyani di akun media sosialnya, Jumat (19/6).


Menkeu dua periode itu tidak menjelaskan secara gamblang perhitungan pemerintah dalam program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang nilainya cukup fantastis tersebut.

Di sisi lain, hasil penanganan Covid-19 di lapangan nantinya akan sangat menentukan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun depan.

“Penyusunan RAPBN 2021 akan sangat bergantung dari keberhasilan pelaksanaan penaganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang sedang dijalankan pemerintah,” katanya.

Sri Mulyani mengaku optimis bila dana tersebut disalurkan tepat sasaran, perekonomian Indonesia akan pulih dan dapat normal kembali.

“Dengan dukungan DPR RI, otoritas moneter, semua elemen masyarakat pemerintah pusat dan daerah, serta pemangku kepentingan. Saya optimis Indonesia akan pulih, dan mampu menormalkan kembali aktivitas sosial ekonomi dengan tetap menjaga keamanan dari ancaman Covid-19( situasi normal baru),” tandasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya