Berita

Kerumunan warga terjadi saat Menkes memberikan bansos di Bayongbong, Garut/RMOLJabar

Politik

Bagikan Bansos Di Garut, Menkes Kok Malah Dapat Sindiran?

JUMAT, 19 JUNI 2020 | 17:27 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kegiatan pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilakukan Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara, di Kantor Pos Bayongbong, Kabupaten Garut, mendapat sindiran masyarakat. Pasalnya, pembagian BST tersebut mengabaikan protokol kesehatan Covid-19.

Berdasarkan pantauan Kantor Berita RMOLJabar di lokasi, protokol kesehatan Covid-19 seperti menjaga jarak dan larangan berkerumun tak diterapkan. Sehingga dikhawatirkan ada warga yang tertular virus corona.

Seorang warga Garut yang hadir di sekitar kegiatan penyerahan bantuan sosial, Irwan (40), mengaku heran dengan kedatangan Mensos dan rombongan pejabat lainnya karena mengabaikan protokol kesehatan. Padahal, jelas-jelas wabah Covid-19 belum berakhir.


“Orang terlihat berkerumun, tidak menjaga jarak, padahal saat ini kan kondisinya memang belum aman. Masih ada penyebaran virus,” kata Irwan, Jumat (19/6).

Irwan mengatakan, sebagai warga Garut dirinya sangat menyayangkan adanya rombongan pejabat dari Jakarta dan kota lainnya yang justru menciptakan kerumunan warga.

Irwan khawatir kerumunan orang dan tidak menjaga jarak, bahkan ada yang tidak pakai masker, akan menularkan virus Covid-19 yang selama ini ditakuti warga Garut.

“Warga kalau mau keluar rumah saja harus pakai masker, jaga jarak, tapi ini dari Jakarta (bikin) semua berkerumun, tidak jaga jarak,” kata dia.

Warga Garut lainnya, Hendi (45) pun mengeluhkan hal sama. Menurut Hendi, aturan protokol kesehatan Covid-19 seperti menjaga jarak dan menghindari kerumunan orang justru diabaikan dalam kegiatan pemerintahan pusat.

“Katanya warga harus patuh terhadap protokol kesehatan, tapi nyatanya berkerumun, tidak ada jarak, berarti sekarang memang sudah normal,” tuturnya.

Diketahui, kunjungan Mensos ke Garut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, anggota DPR RI, jajaran Kepolisian Resor Garut dan TNI serta pejabat dari perbankan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya