Berita

Budayawan nyentrik Sudjiwo Tedjo/Net

Politik

Eks Menag Posting Guyonan Gus Dur, Sudjiwo Tedjo: Apa Niatnya Mengunggah Humor Ini?

JUMAT, 19 JUNI 2020 | 07:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Guyonan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tengah ramai diperbincangkan seiring penangkapan Ismail Ahmad (41) warga asal Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Ismail Ahmad menggunggah humor Gus Dur yang fenomenal, yakni “Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng' (Gus Dur)”. Usai mengunggah kalimat itu, Ismail Ahmad langsung dipanggil penyidik Polres Kepulauan Sula untuk diminta klarifikasi.

Dukungan kepada Ismail Ahmad kini berdatangann dengan berbagai cara. Salah satunya dengan turut mengunggah guyonan Gus Dur di media sosial. Hal serupa turut dilakukan oleh mantan Menteri Agama Lukman Hakim Syarifuddin.


Dalam unggahannya dia menceritakan kisah Gus Dur tentang perbincangan seorang pemimpin dan tukang cukur rambut.

“Pencukur: "Kapan tuan turun jabatan?”. Pemimpin: "Tergantung rakyat." Pencukur ber-kali2 tanya, pemimpin jadi kesal: "Kenapa tanya itu terus?”. Pencukur: "Kalau saya tanya itu, rambut tuan tegak, jadi mudah dicukur.”,” tulisnya dalam akun Twitter pribadi, Kamis (18/6).

Di akhir unggahan Lukman Hakim menyertakan tanda pagar #IndonesiaDaruratHumor.

Kicauan ini langsung disambar oleh budayawan nyentrik Sudjiwo Tedjo. Dia seolah menjadi seseorang berkuasa yang tidak terima dengan candaan itu.

Sebagaimana penyidik menanyai terduga pelaku, Sudjiwo Tedjo pun bertanya niat dari Lukman Hakim mengunggah cerita itu.

“Apa niatnya mengunggah humor ini? Ini kan bisa menyinggung para pejabat? Mau diciduk oleh korps pejabat? Heuheu,” ujarnya.

Kicauan langsung dibalas oleh Lukman Hakim dengan ekspresi seolah sedang kaget akibat ditegur.

“Wah, respone kok koyok (responnya kok kayak) terdampak pandemik, tho Kang.. Heuheuheu,” tutupnya.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya