Berita

Maskapai Amerika Serikat, United Airlines/Net

Dunia

Pembatasan Penerbangan Internasional Dilonggarkan, China Mulai Izinkan Maskapai AS Beroperasi

SELASA, 16 JUNI 2020 | 09:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perselisihan antara Amerika Serikat (AS) dan China terkait dengan pembatasan perjalanan udara di antara keduanya telah menemukan titik terang.

Departemen Transportasi AS pada Senin (15/6) menyatakan, otoritas AS dan China telah setuju untuk mengizinkan pengoperasikan empat penerbangan dalam sepekan di antara kedua negara.

Setelah pernyataan tersebut, maskapai AS, Delta Air Lines mengatakan pihaknya akan melanjutkan layanan penerbangan penumpang dengan rute Shanghai-Seattle melalui Seoul pada pekan depan.


Sementara United Airlines akan melanjutkan layanan pernerbangan ke China mulai pekan depan.

Melansir Reuters, Departemen Perhubungan AS juga mengaku akan terus mendesak dipulihkannya secara penuh perjalanan udara antara AS dan China yang sempat tertutup akibat pandemik Covid-19.

Pemulihan penerbangan tersebut dilakukan khususnya untuk memulangkan para mahasiswa China yang terperangkap karena pandemik Covid-19 di negeri Paman Sam.

"Karena pemerintah China memperbolehkan lebih banyak penerbangan dengan operator AS kami akan membalas," papar departemen tersebut.

Berdasarkan informasi dari seorang sumber, otoritas China telah menyetujui perubahan persyaratan untuk maskapai penerbangan AS.

Perselisihan antara China dan AS terkait dengan perjalanan udara muncul ketika United dan Delta meminta izin kepada Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) untuk melanjutkan operasi pada Mei.

Namun sesuai dengan kebijakan pada 12 Maret, CAAC tidak memberikan izin tersebut.

Penolakan tersebut akhirnya membuat pemerintahan Presiden Donald Trump geram. Sehingga pada Rabu (3/6), pemerintah AS menetapkan akan menangguhkan maskapai penerbangan China mulai 16 Juni.

Mulai luluh, CAAC kemudian akan melonggarkan aturan agar maskapai penerbangan asing bisa terus beroperasi.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya