Berita

Rapid Test BIN hari ke 18 yang diadakan di Surabaya, Jawa Timur/Ist

Nusantara

Rapid Test Hari Ke 18 Di Surabaya, BIN Temukan 201 Orang Reaktif Covid-19

SENIN, 15 JUNI 2020 | 22:23 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pada hari ke-18 Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapid test massal di Surabaya, Jawa Timur menemukan sebanyak 201 orang reaktif.

Lokasi test digelar di dua tempat yaitu Jalan Raya Utama Imam Bonjol Depan Koramil Tegalsari dan di Halaman terminal Bratang.

Head of Medical Intelligence, Sri Wulandari, salah satu dokter yang menangani rapid test Covid-19, mengatakan memasuki hari ke 18, BIN tetap fokus menyasar lokasi-lokasi yang masuk dalam zona merah.


Di lokasi pertama Jalan Raya Imam Bonjol Sebanyak 878 orang menjadi peserta rapid test. Dari jumlah itu, 139 orang menunjukan hasil reaktif.

"Untuk yang swab test sebanyak 140 orang. 1 orang merupakan rujukan dari Puskesmas," ucap Wulan sapaan akrabnya- kepada wartawan, Senin (15/6).

Sedangkan di lokasi kedua yaitu di Halaman terminal Bratang, sebanyak 629 warga Surabaya menjadi peserta rapid test. Dari jumlah itu, 62 orang menunjukkan hasil reaktif.

"Yang mengikuti swab test jumlahnya 71 orang. Itu ada tambahan 9 orang rujukan dari puskesmas," jelasnya.

BIN masih akan melanjutkan rangkaian rapid test masal dan swab test sampai 20 Juni 2020 mendatang sebagaimana arahan dari Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan.

Kegiatan rapid test massal ini didukung tenaga medis, analis laboratorium dan tenaga pedukung sebanyak 40 orang dari Jakarta dan dibantu 20 anggota Binda Jatim dengan membawa peralatan pendukung seperti mobil laboratorium yang merupakan mobil lab dengan spesifikasi Biosafety Level 2 (BSL-2) yang bersertifikat internasional pertama di Indonesia.

Dalam rapid test ini, BIN menyiapkan 1.000 - 3.000 alat rapid test beserta 2 mobil lab untuk test PCR atau swab test setiap harinya. Selain menggelar rapid test, BIN juga turut memberikan bantuan ribuan alat-alat kesehatan seperti mobile lab PCR Test, APD lengkap untuk tenaga medis untuk ibu kota Jawa Timur ini.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya