Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Turki Lancarkan Operasi Cakar-Elang, Sejumlah F-16 Serang Kurdi Di Irak

SENIN, 15 JUNI 2020 | 08:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Turki kembali melakukan serangan terhadap Kurdi di wilayah Irak bagian utara. Kementerian Pertahanan Turki menyebut, serangan tersebut merupakan Operasi Cakar-Elang yang merupakan tanggapan atas tindakan serupa dari Kurdi.

Pada Minggu (14/6), di tengah gelapnya malam, jet-jet tempur F-16 milik Turki menyerang gerilayawan Partai Pekerja Kurdistan (PKK/YPG) di berbagai wilayah di Irak Utara.

“Operasi Cakar-Elang telah dimulai. Pesawat-pesawat kami membawa gua-gua itu jatuh ke kepala para teroris," ujar Kementerian Pertahanan Turki dalam akun Twitter-nya.


Menurut keterangan seorang sumber keamanan kepada Reuters, pesawat tempur tersebut lepas landas dari berbagai pangkalan militer udara di Turki, terutama di kota-kota tenggara seperti Diyarbakir dan Malatya.  

Sementara menurut Kementerian Pertahanan Turki, operasi udara tersebut menargetkan PKK di wilayah bentengnya di Qandil, dekat perbatasan Iran, serta wilayah Sinjar, Zap, Avasin-Basyan, dan Hakurk.

"PKK dan elemen-elemen teroris lainnya mengancam keamanan rakyat dan perbatasan kami dengan serangan yang meningkat setiap hari di daerah pos dan pangkalan kami," ujar kementerian memberikan alasan serangan.

PKK/YPG merupakan kelompok teroris bagi Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Kelompok yang bermarkas di Irak bagian utara tersebut berusaha untuk mendirikan negara otonom Kurdi, termasuk di beberapa bagian Turki.

Sejak Turki dan Kurdi melakukan serangan pada 1984, sudah ada lebih dari 40.000 yang meninggal dalam konflik keduanya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya