Berita

Ilustrasi kapal tanker minyak Iran/Net

Dunia

Jika Kapal Tanker Minyaknya Di Venezuela Diganggu, Iran Siap Targetkan Kapal AS Di Teluk

MINGGU, 14 JUNI 2020 | 07:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Garda Revolusi Iran (IRGC) siap untuk menargetkan kapal komersial Amerika Serikat di Teluk jika pasukan negeri Paman Sam mengganggu kapal tanker minyak Iran yang saat ini sudah berada di Venezuela.

Demikian laporan yang dimuat oleh kantor berita lokal, Noor News, pada Sabtu (13/6).

"Menurut laporan yang diterima oleh Noor News, setelah meningkatnya ancaman militer terhadap kapal-kapal Iran menuju Venezuela, sebuah perintah dikeluarkan untuk angkatan bersenjata Iran untuk mengidentifikasi dan melacak beberapa kapal dagang AS di Teluk Persia dan Teluk Oman," ujar kantor berita tersebut.


"Opsi untuk tindakan timbal balik segera diidentifikasi dan dipantau untuk kemungkinan operasi," tambahnya seperti dikutip oleh Reuters.

Pada Mei, Iran sudah mengirim lima kapal tanker berisi bahan bakar minyak kepada Venezuela, meski di tengah sanksi dari AS.

Iran mengatakan, pihaknya siap untuk mengirim lebih banyak jika Venezuela memintanya, walaupun tindakan tersebut akan memicu kemarahan AS.

Seiring dengan pengiriman lima kapal tanker tersebut, AS memberikan berbagai macam kecaman dan ancaman terhadap Iran.

Menanggapi hal tersebut, Iran mengadu ke PBB bulan lalu dan memanggil Dutabesar Swiss di Teheran, atas langkah-langkah yang bisa diambil Washington terhadap tanker-tanker Iran.

AS sendiri pada akhirnya tidak menghalangi muatan kapal tanker Iran, namun sedang mempertimbangkan untuk mencatuhkan sanksi tambahan.

Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat sejak 2018, ketika Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015. Setelah keluar, AS menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan yang menargetkan, khususnya industri minyak vital Iran.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya