Berita

Waketum P2N-PBNU, Witjaksono/RMOL

Kesehatan

Obat Covid-19 Diklaim Sudah Ditemukan, Witjaksono: Jika Benar Secepatnya Harus Diproduksi Massal

SABTU, 13 JUNI 2020 | 18:31 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Di tengah pandemik virus corona baru (Covid-19) yang belum jelas akhirnya, muncul kabar menggemberikan terkait penemuan 5 kombinasi obat yang diklaim efektif mengobati pasien terjangkit virus asal kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Obat itu ditemukan dari hasil kerja dari tim ahli Universitas Airlangga dan Badan Intelijen Negara (BIN) setelah melakukan eksperimen pada 14 regimen obat.

Lima kombinasi obat itu dikabarkan dapat menekan jumlah virus dari ratusan ribu hingga tidak terdeteksi hanya dalam 24 jam.


Merespons penemuan itu, Wakil Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P2N-PBNU), Witjaksono mengapresiasi penemuan obat Covid-19 dari hasil kerjama beberapa pihak dan Universistas Airlangga.

Menurut Witjak, kelima obat itu harus segera diaplikasan dengan memproduksi secara massal. Tujuannya untuk mempercepat peningkatan penyembuhan pasien yang terjangkit Covid-19.

"Sebagai Waketum P2N-PBNU, kami apresiasi penemuan ini dan bisa segera diaplikasikan sehingga terjadi percepatan peningkatan penyembuhan positif Covid-19 dan jika memang benar maka secepatnya harus speed up untuk produksi dan penyaluran massal," demikian kata Witjaksono kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (13/6).

Sebelumnya, pada Jumat (12/6), Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Unair Purwati menjelaskan bahwa, ada beberapa tahap penelitian yang dilakukan BIN dan Unair.

Pertama, pembiakan bermacam-macam jenis sel yang menjadi sel target dari virus sebagai tempat untuk menumbuhkan virus SARS CoV-2 yang sampelnya di dapat dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan telah mendapatkan sertifikat uji laik etik dari Tim Etik RSUA.

Kedua, Unair melakukan pengujian kombinasi obat pada sel sehat yang dilakukan di Pusat Penelitian Dan Pengembangan Stem Cell Unair untuk mencari dosis toksik obat tersebut pada sel yang sehat (CC50).

Setelah itu dilakukan pengujian potensi kombinasi obat untuk menghambat masuknya virus ke sel target dan untuk menghambat replikasi virus sehingga ditemukan IC50 obat terhadap virus.

“Semakin kecil nilainya (IC50) maka obat tersebut semakin besar potensinya untuk membunuh virus tersebut. Uji ini dilakukan di Lab BSL3 Lembaga Penyakit Tropis Unair,” jelas Purwati.

Tahap terakhir adalah mengevaluasi efektifitas kombinasi obat tersebut. Dengan pemeriksaan RT PCR setelah 24 jam kombinasi obat diberikan pada virus tersebut didapatkan hasil virus menjadi tidak terdeteksi dan terjadi peningkatan kadar sitokin anti keradangan dan penurunan sitokin-sitokin keradangan dengan periksaan metode ELISA.

Selain itu, UNAIR bekerjasama dengan Laboratorium Pengolahan Sel Punca ASC untuk melakukan uji efektifitas Haematopoetic Stem Cells (HSCs) Dan Natural Killer (NK) cells terhadap penanganan virus SARS CoV-2 isolat Indonesia tersebut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya