Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Sindir Pidato Pendeta Oscar, Imam Shamsi: Benarkah Warga Kristen di Indonesia Diperlakukan Buruk seperti Warga Hitam Di US?

SABTU, 13 JUNI 2020 | 09:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beberapa waktu lalu beredar rekaman video pidato seorang pendeta asal Indonesia, Oscar Suryadi, dalam sebuah demonstrasi antirasialisme di Amerika Serikat (AS) terkait kasus Floyd.  Ia memberikan semangat dan pesan-pesan kepada para demonstran yang berkumpul di Pioneer Square pusat kota Portland.

Pesan-pesannya mendapat sambutan baik dari para demonstran yang kemudian berdoa bersamanya dan sempat viral di berbagai media sosial. Namun, banyak juga yang mengecam isi pidatonya karena ada kalimat-kalimat yang menjelekkan Indonesia terkait diskriminasi.

Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali, juga merespon pidato Oscar. Lewat serangkaian Tweetnya, Shamsi menyayangkan sikap Oscar yang malah membuat Indonesia tercoreng di negara luar.


"Banyak di antara kita tidak sadar, ketika Oscar mengatakan: Fleeing Indonesia (melarikan diri dari Indonesia), itu ungkapan yang jahat. Itu sama orang Bosnia “fleeing” (lari) dari Bosnia karena kejahatan Kristen Serbia.
Itu sesungguhnya cukup bagi orang Indonesia tersinggung!' salah satu tweet yang dipostingnya pada Kamis lalu.

Imam Shamsi menilai Oscar terlalu menuduh Indonesia sebagai negara yang tidak toleran.

"Saya muak dengan tuduhan-tuduhan itu dan terlalu banyak kemunafikan di balik semuanya," kata Imam Shamsi.

Dalam pidatonya, Oscar menyebut satu per satu kasus intoleran kepada kaum Kristiani. Menurut Imam Shamsi, mestinya Oscar juga mengakui ada kasus intoleran yang sama yang mnimpa kaum Islam.

Imam Shamsi pun mengungkapkan, ia pernah mengkritik Malaysia ketika melarang warga Kristen di sana memakai kata Allah sebagai Tuhan mereka. Namun, ia juga mengkritik Ketua Muhammadiyah Sumatra Barat (Sumbar) yang menyampaikan ingin melarang terjemahan Injil ke bahasa lokal.

"Tapi, ketika saya mengkritik Oscar, yang konon kabarnya adik dari seorang pengusaha besar di Indonesia, Anda semua menggonggong? Itulah kemunafikan! Kemunafikan nyata," kata Imam Shamsi.

"Intinya kejujuran, bukan kemunaifkan. Kebenaran dan keadilan, bukan golongan dan pengelompokan. Anda berani membela hak, akui juga hak orang lain. Anda berani membela hak, ketahuilah orang lain juga punya hak yang sama. Toleransi oleh semua dan untuk semua," ujar Imam Shamsi.

Dalam tweet lainnya, Imam Shamsi mengunggah cuplikan berita terkait pidato Oscar, dengan menuliskan tweet: "Mengaku menyerukan perdamaian dengan memburuk-burukkan Indonesia? Di US diskriminasi kepada warga hitam bersifat sistim. Apakah negara/sistim diskriminatif ke minoritas di Indonesia?"

Imam Shamsi berharap Oscar lebih jujur lagi ketika menyampaikan pandangannya terkait toleransi di Indonesia.

"Pendeta Oscar Suryadi dari Portland. Semoga KJRI LA atau San Fransisco bisa meminta keterangan dari dia, kalau dia warga negara harusnya ditegur. Benarkah warga Kristen di Indonesia diperlakukan buruk oleh penguasa atau negara seperti warga hitam di US?"

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya