Berita

Jubir penanganan Covid-19, Achmad Yurianto/BNPB

Nusantara

Update 8 Juni: Lampaui Jakarta, Jawa Timur Dominasi Kasus Baru Covid-19

SENIN, 08 JUNI 2020 | 19:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perkembangan data penanganan kasus positif virus corona baru (Covid-19) di sejumlah Provinsi masih mengalami peningkatan yang cukup drastis.

Jurubicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, ada 847 orang yang terinfeksi virus asal Wuhan, China ini pada Senin (8/6). Sehingga akumulasi kasus positif di 422 kabupaten/kota di 34 Provinsi sudah mencapai 32.033 orang.

Namun berdasarkan rincian yang dipaparkannya, Provinsi Jawa Timur masih menjadi daerah yang mendapatkan kasus positif baru hari ini.


"Kalau kita lihat rincian lebih lanjut maka kasus yang terbanyak di provinsi Jawa Timur sebanyak 365 orang, dan hari ini juga melaporkan ada 90 orang yang sembuh," ujar Achmad Yurianto di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (8/6).

Setelah Jawa Timur, daerah yang mendapatkan kasus positif baru terbanyak kedua adalah Sulawesi Selatan, dengan tambahan kasus 110 orang.

Sementara itu, Provinsi DKI Jakarta yang sempat mendapatkan kasus positif paling banyak hanya melaporkan 89 kasus baru dengan kasus sembuh orang.

Adapun untuk terbanyak ketiga berada di Provinsi Kalimantan Selatan dengan tambahan 62 kasus dan 9 kasus sembuh. Diurutan ke lima terbanyak kasus positif baru terjadi di Maluku dengan 38 kasus tambahan dan 13 kasus sembuh.

Kendati demikian, ada 21 provinsi hari ini melaporkan penambahan kasus di bawah 10 orang. Bahkan ada 15 provinsi yang melaporkan tidak ada kasus sama sekali.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan ini meminta masyarakat diseluruh daerah terdampak Covid-19 untuk tetap menerapakan protokol kesehatan secara displin.

Apalagi katanya, sejumlah daerah telah mulai menerapkan adaptasi kehidupan batu dalam rangka menuju masyarakat yang produktif dan aman dari Covid-19 (new normal).

"Oleh karena itu aman dari Covid-19 menjadi syarat yang mutlak sebelum kita mengawali dengan produktivitas kita di masa-masa yang akan datang," pungkas Achmad Yurianto.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya