Berita

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti/Net

Politik

Muhammadiyah: New Reality Lebih Netral Dan Mudah Dijelaskan Ketimbang New Normal

SENIN, 08 JUNI 2020 | 15:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Istilah era baru atau new normal, secara konseptual kurang relevan dengan kondisi Indonesia dalam menghadapi pandemik Covid-19.
 
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti mengatakan, dirinya lebih setuju dengan istilah new reality atau realitas baru, yang suka tidak suka dan mau tidak mau harus dihadapi sekarang ini. Pasalnya, dalam istilah new normal terdapat dimensi sosial bahkan ideologis jika dikaji lebih jauh lagi.

"Nah, istilah new reality bersifat netral dan lebih mudah untuk menjelaskannya," ujar Abdul Muti saat mengisi diskusi daring bertajuk "The New Normal: Perspektif Agama-Agama" yang diinisiasi oleh Inter Religious Council (IRC) Indonesia, pada Senin (7/6).


Menurut Abdul Muti, jika menggunakan pendekatan teori neurosains sekalipun istilah normal itu sendiri masih diperdebatkan mengenai otak normal dan otak sehat dan seterusnya itu. Bahkan, dalam konstruksi perundang-undangan dalam konteks nasional bahkan Internasional pun tidak ada istilah the new normal tersebut. Beda halnya dengan new reality.

“New reality ini sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Mau tidak mau kita harus menentukan sikap terhadap realitas ini," kata Abdul Muti.
 
Kendati begitu, Muti tidak ingin membahas terlalu jauh menyoal new reality ini. Sebab, yang jauh lebih prioritas antara lain bagaimana sikap agama dan umat beragama menyikapi new reality ini. 

Dia berharap, komunitas lintas agama dapat memberikan solusi konkret terhadap realitas baru ini dengan saling berpegangan tangan dan bergotong-royong mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memberikan hal terbaik untuk sesamanya.

"Jadi, kita berperan tidak hanya sekadar menjadi istitusi yang melaksanakan doa bersama, memberikan fatwa, tetapi harus menjadi istitusi yang melakukan langkah-langkah nyata dan riil. Sehingga, new reality ini bisa kita jawab dengan real action,” pungkasnya.

Selain Abdul Muti, turut hadir sejumlah tokoh dan pemuka lintas agama antara lain Ketua IRC Indonesia Din Syamsuddin, Ketua Umum MATAKIN Budi Tanuwibowo, Ketua Umum PP Permabudhi Philip Wijaya, Ketua Prajaniti Hindu KS Arsana, Ketua Komisi Keadilan Perdamaian (KKP) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Romo Agustinus Heri Wibowo.

Kemudian, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pendeta Jackvelyn Frits Manuputty, Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Noor Ahmad, Ketua PBNU Marsudi Suhud, dan perwakilan pemuka-pemuka agama yang lainnya. 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya