Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani/Net

Politik

Jangan Sampai Gara-gara New Normal, Perjuangan Keras Tim Medis Selama Ini Percuma Dan Sia-sia

SENIN, 08 JUNI 2020 | 10:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah mulai menerapkan wacana tatanan era baru atau the new normal. Hal ini ditandai dengan penghentian kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah, dan diikuti pencabutan larangan mudik dengan membuka kembali akses keluar masuk ibukota.

Pemerintah diminta tidak boleh lengah dengan gegabah dalam menerapkan kebijakan normal baru. Sebab, lonjakan kasus Covid-19 masih terjadi bahkan per Sabtu kemarin (7/6), yaitu mengalami lonjakan kasus yang cukup tinggi hingga 993 kasus.

Demikian disampaikan anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani saat meninjau langsung kondisi terkini penanganan Covid-19 di Kota Cirebon dan Indramayu, Senin (7/8).


"Pemerintah tidak boleh serampangan dan sembarangan mewacanakan new normal sebelum menyiapkan perencanaan tahapan terukur baik kuantitatif maupun kualitatif. Ini harus clear dan jelas dari pusat sampai daerah, terutama daerah yang masih menghadapi Covid-19. Jangan sampai alih-alih new normal, justru kita menuai badai," kata Netty Prasetiyani.

Jelas dia, istilah the new normal tidak bisa dimaknai sebagai dibukanya kembali aktivitas dengan sebebas-bebasnya aktivitas seperti sebelum pandemik terjadi. Harusnya, pendekatan saintifik sebelum mengeluarkan kebijakan ini pemerintah menggunakan data.

"Jangan pakai perasaan. Pemerintah daerah juga harus melibatkan akademisi dan ahli jangan sekedar ikut kebijakan," tegas Netty Prasetiyani.

Legislator Jawa Barat ini mengungkapkan, saat dia meninjau langsung penanganan Covid-19 di Cirebon dan Indramayu ditemukan kasus bayi bahkan ada yang terinfeksi Covid-19. Belum lagi, banyaknya pesantren di dua daerah itu menjadi sesuatu yang harus dipikirkan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah.    

"Sampai hari ini saya meninjau kondisi terkini penanganan Covid-19 di Cirebon dan Indramayu. Kemarin saya menemukan kasus bayi berusia 50 hari terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dibawa orang tuanya ke pesta pernikahan dan berinteraksi dengan saudaranya dari wilayah episenter Covid-19," tuturnya.

"Selain itu, di dapil saya juga terdapat banyak pesantren dan boarding school yang santrinya berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Jangan sampai di masa yang masih rawan ini, mengizinkan para santri untuk kembali ke pondok lagi. Jangan sampai mereka menjadi korban karena kelalaian pemerintah," imbuhnya.

Ketua Tim Covid-19 Fraksi PKS DPR RI ini melihat langsung bahwa pelonggaran demi pelonggaran yang dilegalkan oleh pemerintah ini diikuti oleh kembalinya aktivitas masyarakat. Dia berharap agar pemerintah memperhatikan hal ini agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

"Jangan sampai perjuangan keras pemerintah pusat dan daerah, dokter, tenaga kesehatan dan masyarakat selama ini berlalu dengan percuma dan sia-sia. Akhirnya kelalaian ini membuat kita kerja dua kali dan membawa kita kembali ke kondisi awal pandemi ini menghantam Indonesia," demikian Netty Prasetiyani.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya