Berita

Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi/Net

Politik

Survei: Mayoritas Masyarakat Anggap Bansos Covid-19 Tidak Tepat Sasaran

SENIN, 08 JUNI 2020 | 00:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Bantuan sosial yang disalurkan untuk penanganan virus corona baru atau Covid-19 dinilai tidak tepat sasaran.

Hal itu disampaikan mayoritas responden dalam survei persepsi publik terhadap penanganan Covid-19, kinerja ekonomi, dan implikasi politiknya yang dilakukan lembaga survei Indikator.

Setidaknya, 60,3 persen dari total 1.200 responden yang diwawancarai melalui sambungan telepon menilai demikian.


“Mayoritas menilai bantuan sosial yang diberikan untuk warga kurang mampu kurang atau tidak tepat sasaran sama sekali, 60.3%. Mereka yang menilai demikian terutama warga di perkotaan, pendukung Prabowo-Sandi, berpendapatan lebih tinggi dan perempuan,” ujar Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi dalam pemaparannya, Minggu (7/6).

Burhanuddin juga mencatat, banyak masyarakat yang menyetujui anggaran pendapatan negara diberikan kepada rakyat kecil dan juga untuk kesehatan.

“Bantuan bahan pokok untuk rakyat kecil, kesehatan, dan BLT adalah bentuk realokasi anggaran yang paling banyak disetujui warga,” tambahnya.

Tak hanya itu, dalam survei yang digelar 16-18 Mei 2020 itu menerangkan, mayoritas masyarakat meminta pemerintah mengalihkan dana pelatihan daring ke bantuan sembako untuk rakyat kecil.

“Yang tidak setuju menilai pembagian sembako dan bantuan tunai bagi yang membutuhkan lebih bermanfaat ketimbang untuk pelatihan online,” tandasnya.

Sebanyak 1.200 responden diambil dengan penarikan sampel menggunakan metode multistage random sample. Margin of eror berada di 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya