Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurul Arifin/Net

Politik

Nurul Arifin: Survei Saat Pandemik, Pasti Hasilnya Pemerintah Jelek

MINGGU, 07 JUNI 2020 | 21:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tingkat kepuasan publik pada Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 pimpinan Letjen Doni Monardo lebih tinggi ketimbang pemerintah dalam menangani virus corona.

Hal itu tercermin dalam rilis surver teranyar dari Indikator Politik Indonesia yang diterbitkan pada hari ini, Minggu (7/6).

Kepuasan publik pada kinerja Joko Widodo cs di bulan Mei hanya sebesar 56,4 persen. Sedangkan kepuasan pada kinerja Doni Monardo dan tim sebesar 63,7 persen.


Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin menilai, apapun hasil survei yang dilakukan saat masa pandemik Covid-19 ini, hasilnya akan jelek terhadap pemerintahan dan berbeda dengan pada saat situasi normal.

“Dalam kondisi seperti ini, pasti hasilnya jelek begitu,” ujar Nurul dalam diskusi virtual, Minggu (7/6).

Dia menambahkan survei ini dilakukan pada masa-masa pandemik dengan mengedepankan perasaan. Nurul menganalogikan dengan perasaan selebriti yang ditanya perasaannya setelah suaminya meninggal dunia.

“Pasti jawaban semua hal-hal prihatin. Ini juga sama. Tidak ada keceriaan dalam masyarakat. Tidak ada perasaan senang, sekalipun ada bantuan sosial (Bansos). Kalau sekarang, pasti kurang dan kurang terus," katanya.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar ini mengatakan dalam situasi normal hasil survei akan berbeda dibandingkn dalam kondisi pandemik Covid-19.

“Kalau sekarang pasti minus semuanya. Tapi kita harus bersyukur Indonesia sanggap menjaga ekonominya sehingga tidak chaos,” pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya