Berita

Gedung DPR RI/Net

Politik

Andi Iskandar: KPK Harus Pantau Juga Kesetjenan DPR, Jangan Anggotanya Saja

MINGGU, 07 JUNI 2020 | 21:40 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Praktek korupsi, kolusi dan nepotisme atau KKN tampaknya masih membudaya di Indonesia, khususnya dalam pengadaan barang dan jasa.

Terkini, dugaan korupsi ditemukan dalam pengadaan lelang mebeleur dan elektronik untuk rumah jabatan anggota DPR di Kalibata dan Ulujami tahun anggaran 2020 di Setjen DPR RI.

Dugaan tersebut diantaranya diperkuat dengan temuan peserta lelang dengan tawan tinggi dimenangkan dan mengalahkan penawaran di bawahnya dengan alasan ada kesalahan administrasi.


Selain itu, Kesetjenan DPR diduga juga mengarahkan pengadaan barang memakai produk dari produsen tertentu.

Merespon hal itu, pengamat kebijakan publik dan kelembagaan negara, Andi Iskandar mengatakan, persoalan lelang pengadaan di lingkungan DPR yang diduga sarat KKN dan pemborosan anggaran bukanlah hal baru.

Andi menilai banyak proyek di DPR selalu disertai dengan permainan. Baik oleh panitia lelang maupun pejabat setingkat sekjen.

Dia berharap ada tindakan tegas dari penegak hukum, terutama KPK. Pasalnya, Kesetjenan DPR seperti luput dari pemantauan dalam pengawasan supervisi KPK.

"Jadi jangan anggota DPR-nya saja yang dipantau, KPK juga harus memantau dan monitor kelembagaan kesetjenan DPR dan MPR,” kata Andi dalam keterangannya, Minggu (7/6).

Menurut dia, pengawasan diperlukan karena banyak permainan yang merugikan negara dan selama ini tidak terpantau oleh KPK.

“Karena disitu banyak permainan. Anda boleh cek itu di mana setiap kegiatan pekerjaan selalu begitu, (diduga) jadi sarang penyamun," ujarnya.

"Anehnya anggota DPR-nya banyak yang nggak tau kelakuan staf di situ. Karena itu segera laporkan ke KPK,” tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya