Berita

Tangkapan layar Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Muhammad Asrul saat mengisi diskusi daring bertajuk "Pancasila dan Kebebasan Berpendapat. Demokrasi Ala New Normal"/RMOL

Politik

Ketum LMND: Pancasila Sekarang Hanya Dijadikan Jargon Kekuasaan

MINGGU, 07 JUNI 2020 | 06:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintahan Joko Widodo dan Maruf Amin dinilai sudah tidak lagi mengindahkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Hal itu terlihat dari sejumlah kebijakan dan langkah yang diambil oleh pemerintah. 

Mulai dari adanya sejumlah RUU bermasalah yang dikebut untuk diloloskan di DPR RI saat situasi pandemik Covid-19. Hingga upaya pembungkaman kebebasan berpendapat di ruang-ruang akademik seperti terjadi di Fakultas Hukum UGM Jogjakarta hanya karena diskusi bertema pemakzulan presiden.

Begitu kata Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Muhammad Asrul saat mengisi diskusi daring bertajuk "Pancasila dan Kebebasan Berpendapat. Demokrasi Ala New Normal" yang diikuti oleh organisasi mahasiswa yang tergabung tergabung dalam Cipayung Plus, Sabtu (6/6).


"Memang Pancasila sekarang hanya dijadikan sebagai jargon kekuasaan, â€œSaya Indonesia, Saya Pancasila", tapi dalam riil kebijakan-kebijakan dari pemerintah perlu adanya koreksi-koreksi dan itu memang menjadi tanggung jawab kita sebagai warga negara dan gerakan mahasiswa," tegas Asrul.

Bagi organisasi gerakan mahasiswa LMND, kata Asrul, problem mendasar yang terjadi di tanah air adalah karena telah meninggalkan Pancasila dan UUD 1945 itu sendiri sebagai acuan untuk hidup berbangsa dan bernegara.

"Melihat itu saya mulai menyadari argumentasi saya bahwa situasi ekonomi kita sekarang ini sangat cukup mengkhawatirkan, tingkat ketimpangan sosial ketimpangan ekonomi cukup luas ini disebabkan oleh penguasaan aset-aset strategis bangsa Indonesia ini hanya dikuasai oleh segelintir orang," tuturnya.

Asrul mengatakan, Pasal 33 UUD 1945 misalnya, yang mengatur kegiatan ekonomi dan hajat hidup orang banyak yang seharusnya aset-aset strategis negara dikelola dengan baik untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 

Asrul menambahkan, mengutip data terbaru data BPS yang menyebutkan bahwa 1 persen orang Indonesia menguasai 46 persen aset-aset strategis nasional. Hal ini, tekannya, mengindikasikan Pancasila dan UUD 1945 tidak diindahkan oleh negara.

"Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila yang termaktub dalam sila-sila Pancasila ini tidak mampu dijalankan atau diimplementasikan oleh rezim Jokowi-Maruf Amin ini," ujarnya.

"Kerentanan situasi ekonomi ini sebenarnya akar problemnya adalah haluan ekonomi yang dijalankan oleh Presiden Jokowi ini adalah haluan ekonomi yang sangat-sangat neoliberal. Dan itu punya konsekuensi yang terjadi sekarang ini. Kita tidak menginginkan ada aset strategis bangsa ini dikuasai oleh segelintir orang sekelompok orang yang memiliki akses kekuasaan akses ekonomi saja," demikian Asrul. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya