Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Ikuti Jejak Simeulue, Abdya Juga Tolak Masuk Zona Merah

MINGGU, 07 JUNI 2020 | 04:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Seolah tak mau kalah dengan Pemerintah Kabupaten Simeulue, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) juga memprotes label zona merah covid-19 yang disematkan ke daerah mereka.

Penetapan status zona merah ini didasarkan pada surat edaran Gubernur Aceh nomor 440/7810 pada Selasa lalu (2/6).

Dilaporkan Kantor Berita RMOLAceh, dalam surat tersebut Pemerintah Aceh menetapkan sembilan daerah sebagai zona merah penyebaran corona. Termasuk di antaranya Aceh Barat Daya, Banda Aceh, dan Simeuleu.


“Pemerintah Aceh seharusnya menjelaskan apa saja indikatornya atau alasan Abdya masuk dalam kriteria zona merah,” kata Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT, Sabtu (6/6).

Muslizar hanya bisa menduga-duga alasan pemerintah provinsi. Mungkin karena satu pasien positif yang sudah sembuh atau hal lain. Namun jika satu pasien itu dijadikan alasan, Muslizar menilai hal itu aneh.

Di saat yang sama, daerah lain yang memiliki jumlah pasien dalam pengawasan atau jumlah pasein positif corona lebih banyak malah masuk dalam zona hijau. Penetapan status ini, kata Muslizar, sangat mengganggu psikologis warga dan dapat memicu kepanikan.

“Kami minta Pemerintah Aceh menjelaskan secara lebih rinci kepada masyarakat terkait penetapan tersebut guna menghindari keresahan dan kepanikan. Kami minta status ini ditinjau ulang,” tegas Muslizar.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, sembilan daerah di Aceh masuk dalam kriteria zona merah penyebaran corona. Daerah tersebut adalah Banda Aceh, Lhokseumawe, Pidie, Simeulue, Aceh Barat Daya, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Utara.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya