Berita

Anies Baswedan singgung sila kelima Pancasila dalam keterkaitannya dengan penerapan PSBB di DKI Jakarta/Repro

Politik

Soal PSBB Dan Pancasila, Anies: Republik Ini Didirikan Untuk Hadirkan Keadilan Sosial

SABTU, 06 JUNI 2020 | 23:49 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta tak lepas dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Terutama terkait dengan sila kelima.

Menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, PSBB yang diterapkan di DKI Jakarta sekitar 2 bulan lamanya berimbas terhadap 3/4 dari total keluarga di DKI. Mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri, alias harus dibantu negara.

Di sisi lain, ternyata masih banyak masyarakat yang belum bisa menerapkan secara utuh PSBB dengan cara tetap tinggal dan beraktivitas di rumah.


"Seharusnya ketika kita bicara di rumah semua minimal jalan 2 bulan kita bisa lewati (PSBB) sama-sama. Tapi ternyata tidak, dan itu kita alami di Jakarta," ujar Anies Baswedan dalam acara Halal bihalal virtual Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), Sabtu (6/6).

Indikasinya sederhana menurut Anies. Ketika masyarakat diminta untuk tetap tinggal di rumahnya selama 2 bulan, maka seharusnya hal itu bisa diterapkan dengan baik. Tapi nyatanya, masih ada masyarakat dari keluarga yang terdampak corona keluar rumah.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebutkan, ada total 3,6 juta keluarga yang tinggal di DKI Jakarta. Namun 2,3 juta keluarga di antaranya tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Sementara 1,2 juta keluarga mampu memenuhi.

"Siapa yang dibantu? Yang tidak punya tabungan, yang tidak dibantu oleh yang punya tabungan. Ketika harus berada di rumah maka yang tidak punya tabungan tidak bisa hidup mandiri," lanjut Anies.

Dari data tersebut Anies menyinggung mengenai makna dari sila kelima di dalam Pancasila: Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Ketika bicara pesan Pancasila maka pesannya adalah tujuan akhir keadilan sosial. Tanpa adanya keadilan sosial sulit mendapatkan persatuan. Persatuan itu buah dari perasaan kesetaraan, buah dari perasaan keadilan," ungkapnya.

Jadi, menurut Anies, selama penerapan PSBB ada hal yang patut dijadikan pembelajaran bagi pemerintah untuk bisa menjadi bahan koreksi bersama. Yaitu, penerapan PSBB tetap mengharuskan negara untuk memenuhi kebutuhan warganya yang terdampak bencana.

"Bukan soal yang lain-lain, hanya di rumah saja. Jadi ini satu peristiwa yang harus bisa menjadikan koreksi bagi kita semua. Ada masalah keadilan yang amat serius," imbuhnya.

"Dan republik ini didirikan karena keinginan untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini satu PR tersendiri. mudah-mudahan ini menjadi refleksi bagi kita," pungkasnya.

Untuk diketahui, saat menyalurkan Bansos sembako yang dilakukan secara simbolis di depan Istana Merdeka, pada 20 April lalu, Menteri Sosial, Juliari P Batubara, memastikan bahwa paket sembako dari pemerintah di wilayah Jabodetabek akan tepat sasaran.

Mensos menyebutkan bahwa pemerintah pusat menyasar 1,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di DKI Jakarta. Sementara untuk wilayah sekitarnya, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) juga akan didistribusikan paket sembako ke 600 ribu keluarga.

"Kami berharap agar tepat sampai di keluarga-kekuarga yang memang paling membutuhkan. Mudah-mudahan hari ini, walupun secara simbolis sudah mulai distribusi di wilayah-wilayah DKI, dan terus bergulir sampai 3 bulan ke depan," ujar Mensos saat itu.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya