Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Pemakzulan Presiden Ala Paranormal

SABTU, 06 JUNI 2020 | 13:10 WIB

SETELAH ramai berita kegagalan acara diskusi ilmiah yang bertema pemakzulan presiden di UGM, lalu ada kajian ilmiah diskusi soal yang sama yakni "pemakzulan" yang diselenggarakan Mahutama dengan pembicara Prof Dien Syamsuddin, Prof Refly Harun dan lainnya, muncul pula melalui video tema pemakzulan Presiden ungkapan paranormal Ki Sabdo Jagad Royo. Intinya meramalkan Presiden Joko Widodo akan lengser atau segera dimakzulkan.

Video menampilkan tiga babak yaitu sebelum menjabat periode 2019-2024, saat pelantikan Oktober 2019, dan setelah menjabat 2019-2024. Ki Sabdo adalah paranormal yang menurut dirinya membantu menyukseskan keberhasilan Joko Widodo untuk menjabat Gubernur DKI, Presiden periode 2014-2019 serta terakhir Presiden periode 2019-2024.

Ada nada kecewa Ki Sabdo akibat "penghianatan" Joko Widodo dalam video viral tersebut.


Pada sesi awal Ki Sabdo menerangkan bahwa Joko WIdodo sudah ditempelkan makhluk gaib Nyi Roro Kidul oleh Ki Sabdo sehingga sukses mendapat jabatan Gubernur hingga Presiden. Namun Joko Widodo berkhianat tidak membayar kesuksesan atas bantuan tersebut. "Kalau Nyai Roro Kidul saya ambil maka Joko Widodo pasti lengser". Menurutnya Joko Widodo itu seperti "kacang lupa kulitnya". Ki Sabdo mengancam "memakzulkan" Jokowi karena suksesnya itu tergantung Ki Sabdo. "Yang pasang Nyai Roro Kidul adalah saya".

Entah kemudian pembayaran beres atau lainnya pada bulan Oktober 2019 menjelang pelantikan, Ki Sabdo bersemedi di Gedung Nusantara V DPR RI untuk mengamankan agenda pelantikan dengan memanggil atau memasang makhluk halus Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong, jin Kahyangan dan lainnya. Ki Sabdo membenarkan usahanya itu atas perintah Joko Widodo.

Dijamin pelantikan berjalan lancar.

Tidak jelas waktu nampaknya sesi ketiga setelah pelantikan, Ki Sabdo mengancam pemakzulan kembali karena mungkin pembayaran yang tidak beres. Ia sengaja membuat video lanjutan. Teriak soal pembayaran gaji kepada Jokowi. Lalu menyatakan bahwa jabatan Joko Widodo tidak akan sampai finish alias dilengserkan.  Joko Widodo berkhianat pada dirinya. Ki Sabdo berujar dengan kalimat kutukan dan ancaman pelengseran.

Memang heboh ini. Mistik mistik di sekitar kekuasaan Joko Widodo. Hebatnya Ki Sabdo siap mempertanggungjawabkan secara hukum atas sikap atau pernyataan "bantuan spiritual" nya ini.

Perlu klarifikasi apakah tindakan Ki Sabdo adalah "pemerasan" atau memang tagihan dari kesepakatan "bisnis hantu" antara keduanya.

Akhirnya kita bangsa Indonesia merasa prihatin atas kekacauan spritualitas pemimpin negara. Konsep ketuhanan yang bergeser menjadi kehantuan. Ketauhidan "Yang Maha Esa" berubah dengan kemusyrikan "yang membuat binasa".

Tak jelas reaksi Presiden Joko Widodo yang diramalkan paranormal Ki Sabdo bakal dimakzulkan di tengah jabatannya ini. Apakah menertawakan, gemetar, atau merasa kuat karena telah memiliki Paranormal tandingan lain?

Jika yang dikatakan Ki Sabdo Jagad Royo adalah hoax maka Joko Widodo mesti berani memproses secara hukum. Jangan biarkan masyarakat terkecoh atas isu-isu yang berkeliaran.

Di tengah wabah corona kita masih saja dipertontonkan adegan konser mistik perhantuan di sekitar Istana. "Wao wao heboh heboh", kata Ki Sabdo.
New normal diterjang paranormal yang membuat Istana semakin terlihat ikut-ikutan abnormal.

Semoga tidak terlalu banyak predikat untuk istana Presiden selain istana boneka (doll castle), istana labirin (labyrinth palace) dan istana hantu (ghost palace).

M. Rizal Fadillah
Pemerhati politik dan kebangsaan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya