Berita

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, jauh sebelum ada wabah Covid-19/Net

Politik

Banyak Pengamat Kritik Pedas Soal Penanganan Covid-19, Luhut Sindir Jangan-jangan Kalau Sudah Masuk Pemerintahan Malah Korupsi

SABTU, 06 JUNI 2020 | 08:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pandemik Covid-19 telah melahirkan beragam debat panjang yang dilontarkan pihak-pihak tertentu untuk menyalahkan pemerintah. Hal ini terjadi di hampir di semua negara. Alih-alih membantu dengan dukungan tenaga dan pikiran, kebanyakan mereka memilih melancarkan kritik pedas dan hujatan.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyoroti pihak-pihak yang kerap melontarkan kritikan dan menyalahkan pemerintah di tengah pandemik. Ia mengaku sedih, apalagi mereka mengkritik dengan pedas tanpa menggunakan data.

Dalam acara diskusi online yang diunggah ke akun YouTube Im Genz Official pada Jumat (5/6), Luhut menyampaikan keprihatinannya terhadap mereka mereka yang senang ribut berdebat tetapi tidak menggunakan data. Padahal penanganan Covid-19 perlu dilakukan bersama-sama.


"Banyak pengamat kadang-kadang suka kritik sana sini tidak pakai data, kadang saya sedih," kata Luhut.

Aturan jaga jarak dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak besar ada tatanan kehidupan masyarakat dan pergerakan ekonomi, termasuk ekonomi global.

"Kalau dilihat dengan adanya PSBB ini, aktivitas berkurang, inflasi menurun, tanda-tanda bahwa memang pengaliran uang tidak ada," ujarnya.

Namun, menurut Luhut, indikasi laju kesembuhan kasus Covid-19 juga mengalami peningkatan yang cukup baik.
 
"Saya kira datanya menurun, tingkat infeksi harian menurun, tingkat kesembuhan juga meningkat, tingkat kematian juga menurun. Semua indikasi kita ini menurun," katanya.

Ia mengingatkan walau angka kasus terlihat menurun tetapi bukan berarti telah aman. Menurutnya virus corona belum selesai. Masih panjang perjalanan sampai pandemik benar-benar menurun dan aman.

Luhut mengakui hal itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dengan begitu, ia tidak sepakat apabila ada yang beranggapan bahwa pemerintah ragu dan lambat dalam menghadapi penyebaran Covid-19. Apalagi sampai harus menyalahkan dan ribut-ribut.

"Jadi jangan ada orang bilang kita ini ragu atau terlambat, tidak. Semua yang diputuskan basisnya adalah data. Bicara pakai data supaya tidak berkelahi, jangan ribut tapi mencocokkan, saling bantu, saling menyempurnakan. Kami juga tidak sempurna, tapi kami mencoba membuat sebaik mungkin," katanya.

Luhut menyarankan agar pihak-pihak yang selalu mengkritik pedas mempelajari data yang ada. Luhut juga menyinggung, belum tentu orang yang mengkritik itu bisa bekerja apabila suatu saat nanti masuk ke dalam pemerintahan.

"Semua dikerjakan dengan baik. Apakah ini seperti membalik tangan? Endaklah," tegas Luhut.

"Kalau banyak yang ngomong tuh kadang-kadang saya sedih. Nanti dia sudah ngomong, kemudian dia masuk dalam (pemerintahan), lalu kita lihat korupsi pula dia," katanya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya