Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Isu Pelengseran Dari Dalam Mencuat, Suparji Ahmad: Jokowi Harus Lebih Produktif Selesaikan Masalah Negara

SABTU, 06 JUNI 2020 | 07:04 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Mencuatnya isu adanya faksi dari dalam tubuh pemerintahan yang ingin melengserkan Presiden Joko Widodo harus segera diendapkan.

Pakar hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menilai, selain tidak elok diwacanakan, gerakan politik pelengseran akan menjadi preseden buruk bagi masa depan Indonesia.

"Ada warisan pergantian kepemimpinan di tengah jalan jelas sesuatu yang sangat tidak baik bagi kehidupan bangsa dan negara. Apalagi tidak ada alasan yang mendasar secara objektif rasional untuk melakukan kudeta, sehingga tidak akan menjadi sarana menyelesaikan masalah tetapi justru timbul masalah baru," demikian kata Suparji Ahmad saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (6/6).


Meski demikian, terkait merebaknya isu kudeta, Jokowi diminta menjawab dengan lebih produktif dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi negara. Seluruh jajaran kabinetnya, tambah Suparji harus solid dan lebih kreatfi dalam membantu kerja Presiden.

"Jokowi harus lebih produktif dan solutif dalam menyelesaikan masalah yang sedang terjadi. Kabinet dan jajarannya harus solid dan kreatif dalam membantu presiden. Jauhkan dari produksi opini yang kontraproduktif dan hanya sekadar untuk berekspresi apalagi bersensasi," demikian imbauan Suparji.

Selain itu, Suparji meminta seluruh partai pendukung Jokowi dapat meyakinkan Presiden dan rakyat Indonesia bahwa mereka komitmen mengawal pemerintahan hingga usai pada 2024 mendatang.

"Partai pendukung harus meyakinkan kepada presiden dan rakyat bahwa akan tetap menjaga komitmenya yakni menjadi bagian yang integrated dari pemerintahan ini," pungkas Guru Besar Universitas Al Azhar Indonesia ini.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

UPDATE

Tokoh Pemuda Papua Soroti Ancaman Provokasi Asing dalam Film Pesta Babi

Kamis, 28 Mei 2026 | 00:10

Geopolitik Tembaga: Peran Indonesia dalam AI Supply Chain

Rabu, 27 Mei 2026 | 23:43

Pakar IPB Ungkap Fakta di Balik Perbedaan Daging Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 | 23:17

Athari Gauthi Tebar Sapi Kurban Lewat Jalur Parlemen Daerah

Rabu, 27 Mei 2026 | 22:30

AMPI Gerakkan Solidaritas Pemuda Lewat Penyaluran Kurban Sapi

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:46

PTK Pastikan Operasional Maritim Tetap Jalan Selama Libur Iduladha

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:37

Menlu Sugiono: Kunjungan Prabowo ke Prancis Penuhi Undangan Macron

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:10

Purbaya Samakan Dirinya dengan Nabi Yusuf: Sama-sama Menteri Keuangan

Rabu, 27 Mei 2026 | 21:08

Jokowi Ingin Pamer Kekuatan ke Prabowo

Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56

Istana: 1.098 Sapi Kurban Merupakan Bantuan Pemerintah lewat Banpres

Rabu, 27 Mei 2026 | 20:33

Selengkapnya