Berita

Sandiaga Uno berada di maskas BPN saat gelaran Pilpres 2019 lalu/RMOL

Politik

Sandiaga Uno: Jangan Terus-terusan Impor Pangan, Harus Ada Inovasi

KAMIS, 04 JUNI 2020 | 14:29 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Adanya virus corona baru (Covid-19) dikhawatirkan tak hanya menyerang sisi kesehatan, melainkan juga berdampak pada krisis pangan.

“Bukan cuma kita saja, semua negara di dunia merasakan adanya tekanan kemungkinan terjadinya krisis (pangan) global,” kata politisi Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/6).

Kekhawatiran ini tentu menguat di Indonesia karena selama ini banyak mengandalkan komoditas impor. Sebut saja pasokan bawang putih, daging, hingga gula.


Berdasarkan data sebelum pandemik Covid-19, jelasnya, 35% pasokan bawang putih berasal dari impor. Lalu 24% persediaan daging dan 55% gula juga dari luar negeri.

“Kalau kondisi negara-negara lain yang biasa mengeskpor pangan akan sangat selektif, mereka pasti harus memenuhi pasar lokalnya dulu,” katanya.

Hal itu makin negatif dengan adanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia yang akan memicu penurunan daya beli masyarakat di tengah pandemik.

Oleh karena itu, pendiri PT Saratoga Investama Sedaya ini menilai perlu ada skenario untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah ancaman kenaikan harga pangan, salah satunya dengan inovasi di bidang pangan. Hal itu bisa dilakukan dengan mengadopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), ATM beras, dan lainnya.

“Jangan sampai kita terus-menerus bergantung pada bahan pangan yang impor, jadi harus ada inovasi di bidang pangan,” harapnya.

“Kita perlu digitalisasi pasar pangan, karena kita pasar e-commerce terbesar di Asia, market sudah terbentuk. Tinggal bagaimana kita melakukan pendekatan supaya pasar ini menghasilkan invoasi anak bangsa untuk mendukung ketahana pangan,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya