Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Supaya Tidak Muncul Spekulasi, Jokowi Harus Bersuara Soal Insiden Teror Panitia Diskusi UGM

RABU, 03 JUNI 2020 | 05:32 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintahan Joko Widodo diminta segera merespons secara serius terkait adanya tindakan teror pada panitia dan narasumber diskusi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta beberapa hari lalu.

Pakar Hukum Universtas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menegaskan, teror terhdapa forum ilmiah merupakan tindakan tidak beradab dan bertentangan dengan kebebasan mimbar akademik. Apalagi saat ini Mendikbud Nadiem Makarim kerap menyuarakan kampus merdeka.

"Diskusi merupakan forum ilmiah dan menjadi wahana transaksi gagasan, bagi yang tidak setuju atas suatu topik yang dibahas hendaknya hadir dan menjajakan idenya bukan melakukan teror atau intimidasi. Sesensitivitas apapun topiknya yang dibahas," demikian kata Suparji kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (3/6).


Menurut Suparji, setiap orang mengapresiasi forum ilmiah kampus dengan mengapresiasi dari setiap agregasi pemikiran di lingkungan kampus.

Selain itu, Jokowi harus segera meminta anak buahnya mengusut tuntas siapa aktor intelektual yang melakukan intimidasi. 

"Supaya tidak menimbulkan opini negatif kepada pihak yang dicurigai melakukan perbuatan tersebut, maka segera diungkap siapa pelaku dan aktor intelektualnya," demikian kata Anggota KAHMI ini.

Suparji mewanti-wanti, jika pemerintahan Jokowi tidak merespons secara serius, maka persepsi publik akan semakin kuat bahwa yang melakukan intimidasi adalah orang-orang yang menjadi bagian dari pendukung rezim pemerintah.

"Supaya tidak muncul spekulasi, aparat keamanan perlu segera mengungkap dan pihak yang diteror perlu segera membuat laporan," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya