Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Publika

Kepatuhan Kita Pada Pemimpin Sedang Diuji

JUMAT, 22 MEI 2020 | 22:42 WIB

SAAT-saat sekarang ini,  ketaatan kita kepada pemerintah betul-betul diuji. Selama ini kita sudah belajar bahwa aqidah dan prinsip Ahli Sunnah wal Jamaah adalah mentaati mereka selama bukan dalam hal maksiat, baik mereka pemimpin yang baik maupun dzalim.

Kesimpangsiuran pemerintah dalam mengambil dan menerapkan kebijakan serta berjubel-jubelnya masyarakat ke mall,  pasar,  mall dan bandara,  bukanlah alasan bagi kita untuk melanggar prinsip aqidah tersebut. Sebab, setiap kita akan mempertanggungjawabkan amal kita masing-masing.

Kita sebagai Ahli Sunnah wal Jama'ah hendaknya melaksanakan kewajiban kita dengan menyakini sebagai ibadah, terlepas apakah pemerintah melaksanakan tugasnya atau tidak.  Nabi pernah bersabda:


إنما عليكم ما حملتم وعليهم ما حملوا

"Sesungguhnya kewajiban kalian melaksanakan tugas kalian dan kewajiban mereka adalah melaksanakan tugas mereka". (HR. Muslim: 1846)

Saatnya kita Ahli Sunnah mempraktikkan aqidah ini disaat banyak orang melalaikannya sebagai ciri khas yang membedakan mereka dari yang lainnya.

Buatlah imbauan dan status yang menyejukkan dan menyatukan,  bukan status yang memanas-manasi dan memprovokasi. Kita teladan, kita panutan masyarakat, umat sekarang butuh motivasi yang menyejukkan dan menyatukan.

Jangan sampai slogan dakwah sunnah yang selama ini kita gembar-gemborkan di mana-mana tentang aqidah Ahli sunnah terhadap pemimpin hanya menjadi slogan yang hanya di lisan semata tapi tidak ada dalam praktik nyata.

Syeikhuna Prof. Dr. Khalid bin Ali Al-Musyaqih (salah satu murid senior Syeikh Utsaimin) menasehatkan kepada kita, bagaimana sikap yang benar di tengah bencana wabah virus corona baru (Covid -19) yang melanda, beliau menjelaskan:

"Hendaknya seorang mengikuti arahan-arahan dari badan resmi Pemerintah, karena arahan-arahan ini berkaitan dengan kebutuhan mayoritas orang. Dan hal-hal yang berkaitan dengan mayoritas orang maka dikembalikan kepada waliyyul amri".

Selain itu dalam Alquran Surat An Nisa ayat 83, Allah berfirman:

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا

Artinya: Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).

Maka dalam hal-hal yang berkaitan dengan keamanan manusia dan problematika umum seperti ini,  seharusnya kita menjadi satu barisan dan bergandengan tangan di bawah komando pemerintah dan arahan para ahli,  jangan memecah belah barisan.

Barangsiapa yang memiliki pendapat pribadi maka hendaknya dia menyimpannya untuk dirinya sendiri.  Rujukan kita adalah para ulama dan ulil amri. Allah berfirman dalam Alquran Surat An Nisa ayat 59:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya".  (Lihat: Al Ahkam Al Fiqhiyyah Al Muta'alliqoh Bi Wabai Corona halaman 4.)

KH Anwar Iskandar

Penulis adalah Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur dan Pengasuh Ponpes Al Amin Kota Kediri


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya