Berita

Ilustrasi petugas yang melihat hilal/Net

Nusantara

Hilal Di Bawah Minus 4 Derajat Di Makassar, Kemungkinan 1 Syawal Jatuh Pada Hari Minggu

JUMAT, 22 MEI 2020 | 18:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Salah satu pos pemantauan hilal di wilayah Sulawesi, tepatnya di Pantai Losari Makassar melaporkan bahwa hilal belum terlihat. Posisi hilal masih berada pada minus 4 derajat.

Demikian disampaikan BMKG Wilayah IV Makassar, Darmawan seusai melaporkan pemantauan hilal di Pantai Losari Makassar, Jumat (22/5).

"Hilal belum terlihat di titik pemantauan masih minus 4 derajat. Kemungkinan besok Sabtu (23/5) baru akan terlihat 6 derajat positif," ujar Darmawan.


Dia menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan timnya bersama pihak Kementerian Agama RI di Sulawesi memprediksi lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah akan jatuh pada 24 Mei 2020.

"Bisa jadi Lebaran itu hari Minggu tanggal 24 Mei 2020. Kami sudah melaporkan ke Kemenag," demikian Darmawan.

Terkait penentuan Idul Fitri tahun ini, ormas Islam PP Muhammadiyah telah jauh-jauh hari menentukan bahwa bulan baru 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020.

Melalui Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2020. Muhammadiyah sejak lama menggunakan metode hisab untuk menentukan bulan baru Hijriyah.

Tak hanya itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan hilal dapat dilihat dengan mata telanjang pada 23 Mei 2020 menjelang maghrib. Dengan demikian, ia memprediksi 1 Syawal 1441 Hijriyah akan jatuh pada 24 Mei 2020.

"Secara default, akan dilakukan istikmal atau menggenapkan Ramadhan menjadi 30 hari. Satu Syawal akan jatuh pada tanggal 24 Mei 2020," demikian Peneliti LAPAN, Rhorom Priyatikanto dalam keterangannya.

Namun, pemerintah melalui Kemenag masih melakukan pemantauan di seluruh Indonesia untuk menentukan 1 Syawal 1441 Hijriyah. Terdapat  80 titik pemantauan hilal yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rencananya, pada Siang Isbat petang ini akan diputuskan 1 Syawal 1441 Hijriyah akan jatuh pada hari apa.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya