Berita

Ilustrasi Kartu Prakerja/Net

Bisnis

Survei LKPI: 90,7 Persen Responden Menilai Program Prakerja Efektif Meningkatkan Kompetensi

RABU, 20 MEI 2020 | 07:54 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Sebagian besar, kalau tidak dapat dikatakan hampir semua, peserta Program Kartu Prakerja merasa program ini efektif dalam meningkatkan kompetensi mereka. Juga sebagian besar peserta program ini tidak setuju bila Program Kartu Prakerja disebut sebagai program mubazir.

Hal ini terlihat dari survei yang dilakukan Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) antara tanggal 3 Mei sampai 15 Mei lalu.

Menurut Direktur Eksekutif LKPI, Andri Maulana, kelompok masyarakat yang mereka suvei adalah peserta program Kartu Prakerja sebanyak 1.315 responden.


Untuk pertanyaan apakah peserta program Kartu Prakerja menilai program ini efektif dalam meningkatkan kompetensi, sebanyak 90.7 persen menjawab efektif, dan sisanya 9,3 persen menjawab tidak.

Sementara untuk pertanyaan apakah peserta setuju dengan pandangan yang mengatakan program ini tidak bermanfaat, sebanyak 93,1 persen menjawab tidak setuju, yang artinya menurut mereka program ini bermanfaat.

Dalam survei juga diketahui bahwa 96,7 persen responden telah mendapatkan insentif tunai dari pemerintah sebesar Rp 600 ribu.

Dari latar belakang responden diketahui bahwa sampai bulan Januari 2020 sebanyak 64,8 persen adalah pegawai, buruh, atau karyawan. Adapun 26,8 persen tidak berkerja, dan 8,4 persen memiliki usaha.

Ketika survei dilakukan, jumlah responden yang bekerja turun drastis menjadi 15,2 persen, dan jumlah yang tidak bekerja meningkat tajam menjadi 78,9 persen. Selebihnya, kelompok yang memiliki usaha juga mengalami penurunan.

Sebagian besar responden, masih dalam survei itu mengaku tidak menemui kesulitan berarti dalam mengakses situs Program Kartu Prakerja. Hanya 6,4 persen yang menyatakan sering mengalami kesulitan. Juga, hanya 11,3 persen responden yang benar-benar mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tahap pendaftaran program.

Sebanyak 29,4 persen responden mengatakan menyelesaikan pendaftaran antara 30 menit sampai satu jam, diiktui kelompok yang menyelesaikan pendaftaran lebih dari satu hari (29 persen), antara satu jam sampai satu hari (22,4 persen), dan kurang dari 30 menit (19,3 persen.   

Dari delapan praltform, “Skill Academy” menjadi platform yang paling diminati peserta dengan angka sebesar 75,5 persen. Diikuti “Sekolahmu” (10,3 persen), “Sisnaker” (9,9 persen), “Tokopedia” (8,2 persen), “Pintaria” (8 persen),  “Bukalapak” (5,4 persen), serta “Pijar Mahir” dan Maubelajarapa” yang sama-sama memperoleh 3,1 persen.

Hampir semua responden, 98,8 persen, menyatakan membaca deskripsi pelatihan yang terkait dengan materi, lama pelatihan, pengajar, dan manfaat saat memilih program.

Kepada redaksi, Andri Maulana juga mengatakan, survei yang menggunakan metode Simple Random Sampling itu memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan Margin of Error sekitar 2,7 persen.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya