Berita

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS M. Nasir Djamil/Net

Politik

Praktik Jual Beli Surat Sehat Cederai Pengorbanan Tenaga Medis

MINGGU, 17 MEI 2020 | 10:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Penumpukan penumpang yang sempat terjadi di Bandar Udara Soekarno-Hatta tanpa mengindahkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menuai kecaman dari Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS M. Nasir Djamil.

Menurutnya, kejadian itu tidak lepas dari tidak adanya ketegasan dari pemerintah dalam menghadapi Covid-19. Selain itu, kebijakan yang diterbitkan juga membingungkan masyarakat.

Secara khusus, Nasir Djamil lantas menyoroti para penumpang yang memadati Bandara Soetta dengan mengantongi surat izin sehat yang diduga dibuat-buat.


Pihaknya meminta aparat keamanan untuk menyelidiki lebih dalam adanya dugaan jual beli surat tugas dan surat sehat untuk menjadi jalan pintas masyarakat.

“Kami meminta aparat kepolisian agar lebih intens mendalami dugaan adanya surat bebas covid yang dijual secara online. Jika dibiarkan, maka ini akan membuat Indonesia semakin bahaya dan sulit melepaskan diri dari pandemik Covid-19 dalam waktu dekat,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (17/5).

Politisi asal Aceh ini mengatakan, tindakan masyarakat yang tidak mengikuti protokol kesehatan dengan melanggar PSBB sejatinya telah mencederai hati para tenaga medis. Apalagi jika mereka melakukan intrik-intrik untuk mengelabui aparat yang salah satunya dengan menggunakan surat sehat dan surat tugas abal-abal.

“Tidak boleh dibiarkan karena ini juga membuat para tenaga medis seperti tidak dihargai pengorbanannya,” tegasnya.

“Banyak tenaga medis yang meninggal setelah merawat pasien corona, eh ada pihak yang diduga menjual surat tugas bebas corona,” sesalnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya