Berita

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi/Net

Politik

Jubir Kemenhub: Berita Menhub Kena Corona Lagi Menyesatkan Dan Berpotensi Merugikan

MINGGU, 17 MEI 2020 | 06:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kabar Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi kembali terinfeksi virus corona baru atau Covid-19 dibantah.

Jurubicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati memastikan sang menteri kini dalam keadaan sehat dan telah sembuh total dari virus corona yang pernah diderita.

"Saat ini Menhub Budi Karya Sumadi dalam kondisi sehat dan telah aktif kembali sebagai Menteri Perhubungan sejak 27 April 2020," kata Adita kepada wartawan, Minggu (17/5).


Kepastian akan kabar sehatnya Menhub Budi Karya ini disampaikan setelah adanya pemberitaan yang salah dan keliru yang dimuat oleh salah satu media online berjudul "15 Hari Sembuh, Menhub Budi Karya Kembali Dinyatakan Positif Covid-19” pada Sabtu, (16/5).

“Perlu kami sampaikan bahwa judul berita tersebut menyesatkan dan berpotensi merugikan Menhub Budi Karya Sumadi," katanya.
    
Menurutnya, kepastian sudah sehat dan bebas dari corona Menhub Budi Karya dapat dibuktikan oleh pernyataan pihak RSPAD yang merawat Menhub.

"Pihak RSPAD yang merawat Menhub juga telah menegaskan bahwa hasil dua tes PCR terakhir juga membuktikan Menhub telah bebas Covid-19," jelas Adita.

Menhub Budi Karya Sumadi dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 14 Maret 2020 dan menjalani perawatan di RSPAD.

Saat dirawat di RSPAD, Menhub menjalani tes PCR pertama dan hasilnya dinyatakan negative. Namun 15 hari kemudian Menhub dinyatakan positif setelah menjalankan tes kedua.

Sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, pasien dinyatakan bebas Covid-19 jika dua kali tes PCR hasilnya berturut-turut negative. Kemudian Menhub dinyatakan positif kembali, dimana saat itu masih dalam perawatan dokter RSPAD.

Akhirnya, pada tanggal 27 April 2020 Menhub Budi Karya dinyatakan sembuh oleh dokter Budi Sulistya, Sp THT, Wakil Kepala RSPAD.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya