Berita

Nasir Djamil minta Presiden Jokowi jelaskan soal 'berdamai dengan Covid-19'/Net

Politik

Minta Presiden Jelaskan Maksud Berdamai Dengan Covid-19, Nasir Djamil: Apa Kata Dunia?

MINGGU, 17 MEI 2020 | 01:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden Joko Widodo harus menjelaskan kepada masyarakat maksud dari pernyataannya soal "berdamai dengan Covid-19".

Apakah makna berdamai yang dimaksudkan Presiden ini meminta masyarakat untuk berkawan dengan virus yang nyata-nyata telah menimbulkan kematian ratusan rakyat Indonesia ini, atau seperti apa?  

Sebab, secara sederhana pernyataan tersebut justru berbanding terbalik dengan jerih payah para tenaga medis hingga aparat TNI-Polri yang telah berjibaku melawan Covid-19.  


Demikian ditegaskan anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (16/5).

"Kalau berdamai itu maksudnya kita berteman dengan virus corona, itu boleh dibilang kita menisbikan apa yang telah dilakukan para tenaga medis dan pengorbanannya. Kita menihilkan apa yang telah dilakukan oleh TNI dan Polri dalam upaya mendisiplinkan masyarakat," ujar Nasir Djamil dengan nada keheranan.

"Karena itu, agar publik tidak bingung dan dinilai mengalihkan perhatian terhadap usaha pemerintah menuntaskan Covid-19, maka sangat arif kalau Presiden harus menjelaskan apa maksud berdamai dengan Covid-19 itu," imbuhnya menegaskan.

Menurut politikus PKS ini, pernyataan Kepala Negara yang meminta rakyatnya berdamai dengan Covid-19 sangat membingungkan. Ketika semua masyarakat diminta untuk bertahan di rumahnya masing-masing dalam rangka melawan Covid-19, sekarang Presiden justru mengajak masyarakat untuk berdamai.

"Kalau berdamai itu apakah artinya kita mengalah? Di mana posisi negara agar bisa melindungi warganya? Kalau berdamai itu artinya kita diminta untuk melakukan aktivitas seperti keadaan normal, apa kata dunia?" tutur Nasir Djamil.

"Jangan lagi membuat bingung publik. Rakyat membutuhkan kerja keras pemerintah. Karena itu kita juga mengharapkan masyarakat membantu pemerintah dengan cara mematuhi aturan dan kebijakan serta imbauan pemerintah secara disiplin dan bertanggungjawab," tutupnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya