Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi: Berdampingan Dengan Corona Bukan Berarti Menyerah Dan Pesimis

SABTU, 16 MEI 2020 | 12:06 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Masyarakat diminta harus beradaptasi dengan virus corona baru atau Covid-19.

Hal ini lantaran World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa virus mematikan asal Kota Wuhan, China itu tidak akan segera hilang alias belum diketahui entah sampai kapan.

Begitu kata Presiden Joko Widodo dalam cuitan akun Twitter pribadinya beberapa saat lalu, Sabtu (16/5).


"Hidup berdampingan dengan Covid-19 bukan berarti menyerah dan pesimis," ujar Presiden Jokowi.

"WHO menyatakan bahwa kita harus hidup berdampingan dengan Covid-19. Mengapa? Karena ada potensi bahwa virus ini tidak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat," imbuhnya.

Kepala negara mengurai, kenapa berdampingan dan berdamai dengan virus Covid-19 itu bukan berarti menyerah. Karena berdamai dengan virus berdasarkan keterangan WHO untuk situasi saat ini adalah berarti menyesuaikan diri.

Jokowi menambahkan, pemerintah memiliki data akurat terkait perkembangan Covid-19 di tanah air. Karena itu, dia meminta masyarakat untuk sementara waktu berdamai dengan virus. Sebab, keselamatan menjadi prioritas utama bagi pemerintah.

"Pemerintah terus memperhatikan data dan fakta di lapangan untuk menentukan periode terbaik bagi masyarakat agar kembali produktif namun tetap aman dari Covid-19," tuturnya.

"Keselamatan masyarakat tetap harus menjadi prioritas," demikian Presiden Jokowi.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya