Berita

Ilustrasi, salah satu sudut kota Havana, Ibu kota negara Kuba, berhias bendera Kuba dan tokoh pembebasan Kuba Ernesto Che Guevara/Net

Kesehatan

Taman Bioteknologi, Kerja Sama Kuba Dan China Untuk Dukung Industri Farmasi Kawasan Karibia

SABTU, 16 MEI 2020 | 11:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Untuk pertama kalinya Kuba dan China akan bekerja sama dalam pengolahan taman bioteknologi. Nantinya, taman ini ditujukan untuk mendukung kompetensi kawasan Karibia dalam industri farmasi.

Presiden Miguel Diaz-Canel Bermudez dalam postingan tweet-nya, membagikan laporan Granma, surat kabar resmi Partai Komunis Kuba yang berkuasa, mengenai kerja sama mereka yang pertama dalam industri ini.

Surat kabar itu menyebut, taman biotek bertujuan untuk meneliti, mengembangkan, memproduksi dan memasarkan obat-obatan yang diperoleh di Greater Antilles, dengan khasiat yang terbukti dan diakui dunia.


Greater Antilles adalah pengelompokan pulau-pulau besar di Laut Karibia, termasuk Kuba, Hispaniola, Puerto Rico, Jamaika, dan Kepulauan Cayman, seperti dikutip dari Anadolu.

Perusahaan BioCubaFarma dan Guangxi Fukang akan memimpin proyek ini yang akan dilakukan di Fangchenggang, sebuah kota selatan wilayah otonom Guangxi Zhuang. Pemerintah Kuba menyebutnya sebagai zona  dengan prospek menjadi pusat industri eksperimental dalam penelitian dan pengadaan obat untuk China dan Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.

Beberapa obat yang akan diproduksi pada awal-awal antara lain, Melangenin, Heberferon, Proctokinase, dan vaksin terapeutik untuk melawan Hepatitis B. 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya