Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Hidup Damai Berdampingan Dengan Virus Corona.

SABTU, 16 MEI 2020 | 06:27 WIB | OLEH: FUAD BAWAZIER

WABAH Virus Corona di seluruh dunia sepertinya tidak akan selesai tahun ini. Indikasinya semakin kuat bahwa sang virus akan terus melanglang buana dari satu tempat ke tempat lain, dari satu kota ke kota lain, dari satu negeri ke negeri lain.

Begitu terus akan berputar putar di muka bumi tidak beda dengan virus flu yang kita kenal selama ini yang sudah menjadi penyakit di semua negeri di seluruh dunia. Sampai bisnis vaksin corona benar benar mapan, seperti vaksin flu, vaksin meningitis dll.

Lalu semua orang yang takut akan minta di vaksin anti virus corona, seperti vaksin flu, vaksin meningitis dll itu. Kemelut wabah ini utamanya karena policy pemerintah yang semrawut, tidak efektif, dan rakyat yang tidak disiplin.


Kenyataannya kehidupan dunia sekarang amat terbuka seakan akan bumi ini satu kesatuan negeri tetapi kenyataannya policynya amat berbeda beda sehingga bila wabah selesai disatu negeri, ditempat lain masih ada (terjangkit), lalu menulari lagi dan begitu seterusnya, berputar putar.

Jangankan antar negara, di dalam negeri saja ada perbedaan policy antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang sering dibarengi dengan rasa persaingan sampai permusuhan, saling serang, saling menjatuhkan dan saling menyalahkan, sehingga  sang virus semakin sulit diatasi.

Bukan saja di Indonesia tapi juga di banyak negara lain, wabah Covid-19 ini terasa dijadikan panggung politik, sehingga berbagai policy kurang efektif.  Baik policy yang canggung dan tanggung maupun policy yang keras.

Gangguannya di lapangan amat banyak seperti tidak disiplin, tidak kompak, tidak ada kordinasi, agenda terselubung politisi sampai yang cari keuntungan dan KKN ditengah kebuntungan karena Covid-19.

Sementara itu mobilitas nasional maupun internasional manusia sebagai pembawa virus tidak bisa dihalangai atau terbendung. Makanya wabah akan terus berputar dan kembali balik ke daerah yang sudah dinyatakan “sembuh atau terbebas” dari virus.

Jadi inilah dilemanya sekarang ini, uang ngocor tapi wabah berlanjut, rakyat melarat, ekonomi morat marit, dan pemerintah terbirit birit.

Jika kita percaya begitu dan berani jujur mengakuinya, bukankah akan lebih baik bila kerangka strateginya diubah menjadi “mari kita hidup damai berdampingan dengan virus corona dan mafia virus atau mafia farmasi”, sambil secara bertahap/ berjalan memperbaikinya atau memerangi mafianya.

Ini lebih baik, lebih realistis daripada policy canggung dan tanggung seperti sekarang ini yang pandemicnya tidak juga teratasi tapi kehidupan ekonominya hancur, lebih mengerikan lagi.

Di depan mata puluhan juta pekerja akan jadi penganggur dan miskin. Itulah extra costs yang sedang kita dan dunia bayar karena kecerobohan, ketidakkompakan policy, bahkan saling menjegal.

Dan jangan lupa bahwa bukan tidak mungkin disini ada yang diam diam sebenarnya menginginkan wabah Covid-19 ini berlangsung lama agar ada excuses untuk jualan vaksin, atau bagi yang ingin mencetak uang, dengan alasan utk menolong pebisnis dan rakyat miskin karena ekonominya  hancur oleh pandemi Covid-19.

Jadi mengatur strategi baru untuk hidup berdampingan secara damai dengan virus Corona nampaknya suatu pilihan, suatu keniscayaan, daripada tidak dapat dua duanya. Akhirnya, terima kasih pada rakyat Indonesia yang tetap sabar.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya