Berita

Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto/Net

Kesehatan

PANDEMIK COVID-19

Pemerintah Sudah Periksa 178.602 Spesimen, Hasilnya 115.564 Orang Negatif

JUMAT, 15 MEI 2020 | 18:10 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jumlah spesimen yang sudah diperiksa oleh pemeirntah hingga Jumat (15/5) pukul 12.00 WIB terus mengalami peningkatan.

"Sampai dengan saat ini spesimen yang telah diperiksa sebanyak 178.602 spesimen," ucap Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur.

Dari total tersebut, Yuri menyebutkan sebanyak 177.753 spesimen diperiksa menggunakan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Sedangkan sisanya, 849 spesimen diperiksa dengan metide Tes Cepat Molkuler (TCM).


"Artinya bahwa spesimen yang kita periksa seluruhnya berasal dari kasus 132.060 orang," tegasnya.

Adapun dari hasil pemeriksaan spesimen ini, didapatkan 115.564 orang terkonfirmasi negatif. Sementara sisanya tercatat sebagai pasien konfirmasi positif baru.

"Dari data hari ini kita mendapatkan kasus konfirmasi Covid-19 yang positif sebanyak 490 orang, sehingga sekarang totalnya menjadi 16.496 orang," terang Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan ini.

Sementara untuk kasus sembuh hari ini bertambah 285 orang, sehingga totalnya menjadi 3.803 orang.

Lalu untuk kasus meninggal ada penambahan 33 orang, sehingga totalnya menjadi 1.076 orang.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya