Berita

Aktivis kemanusiaan, Nataliun Pigai/Net

Politik

Setelah Apresiasi AHY, Natalius Pigai Bertanya Dimana Jokowi Dan Luhut?

JUMAT, 15 MEI 2020 | 13:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aktivis kemanusiaan, Nataliun Pigai menolak keras kebijakan Presiden Joko Widodo yang menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Apalagi, iuran dinaikkan saat masyarakat tengah kesusahan di tengah pandemik virus corona baru (Covid-19).

Natalius Pigai mengapresiasi ada partai politik dan ketua umum parpol yang bersuara lantang menolak kenaikan iuran BPJS.


"Mesti apresiasi jika ada ketum parpol yang berani bersuara ketika rakyat di tengah ancaman Covid-19, krisis ekonomi, pangan dan sosial. SBY juga punya arah pembangunan yang jelas; pro growth, pro job, dan pro poor oriented," kata mantan komisioner Komnas HAM ini di akun @NataliusPigai2, Jumat (15/5).

Natalius Pigai mengomentari pemberitaan dengan judul "Iuran BPJS Kesehatan Naik di Tengah Wabah Corona, AHY: Ibarat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula".

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyayangkan kebijakan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Terlebih keputusan itu dikeluarkan di tengah wabah Covid-19.

Pada twit selanjutnya berselang beberapa jam, Natalius Pigai menyalahkan Jokowi dan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan terkait membludaknya calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis kemarin (14/5).

Dalam foto-foto yang beredar di media sosial, para calon penumpang tidak mengindahkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan physical distancing.

"Tidak habis pikir ketika melihat foto manusia berjubel di Bandara Soetta. Saya hanya ingin bertanya, dimana Joko Widodo dan Luhut Panjaitan? Orang Indonesia itu gampang, jika Presiden kerja rakyat ikut, jika Presiden diam rakyat bertindak. Ini tanda Presiden teledor or diam?" ujar Natalius Pigai dengan melampirkan foto penumpang membludak di Terminal II Bandara Soetta.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya