Berita

Politisi Partai Keadilan Sejahtera M. Nasir Djamil/Net

Politik

Nasir Djamil: Ada Kesenjangan Lebar Antara Ucapan Dan Tindakan Presiden

JUMAT, 15 MEI 2020 | 12:25 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Penerbitan Perpres 64/2020 tentang Jaminan Kesehatan telah membuat publik kecewa. Sebab, kebijakan yang mengatur kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu dilakukan di saat masyarakat kesulitan mencari nafkah.

“Miris dan menyedihkan. Bahwa presiden tidak punya belas kasih kepada rakyatnya. Padahal Mahkamah Agung telah membatalkan kenaikan iuran BPJS ini,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera M. Nasir Djamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (15/5),

Seharusnya, kata Nasir, pemerintah membantu masyarakat dalam situasi sulit saat ini, bukan malah memberikan beban kepada masyarakat .


“Dalam situasi pandemik Covid-19 dan banyak rakyat yang terpapar, baik kesehatan dan ekonominya, kok pemerintah tega membebani rakyatnya,” kata anggota Komisi III DPR itu.

Anggota dewan asal Aceh ini mendesak pemerintah segera mencabut Perpres 64/2020 dan membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan demi kemaslahatan masyarakat.

“Perpres kenaikan itu menunjukkan bahwa ada kesenjangan yang lebar antara ucapan dan tindakan presiden. Bahkan perppres itu telah melecehkan putusan lembaga Mahkamah Agung,” tegasnya.

“Meskipun tetap mendapat subsidi, tidak patut perpres itu diterbitkan. Presiden sepertinya memakai kacamata kuda dan kehilangan empati kepada rakyat yang memilihnya,” demikian Nasir Djamil.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya