Berita

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

Politik

Iwan Sumule: BUMN Harusnya Suntik Dana Ke Negara, Bukan Jadi Vampir Penghisap Uang!

KAMIS, 14 MEI 2020 | 17:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keberpihakan pemerintah pada rakyat semakin dipertanyakan. Pasalnya, belum selesai polemik penerbitan Perpres 64/2020 tentang Jaminan Kesehatan yang menaikkan iuran BPJS Kesehatan, publik kembali dikejutkan dengan rencana pemerintah memberi suntikan dana Rp 152,15 triliun kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Rencana suntikan dana sebagai tindak lanjut PP 23/2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional. PP ini merupakan kepanjangan dari Perppu 1/2020 yang sudah disahkan jadi UU oleh DPR.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule mengaku heran dengan dasar pemikiran di balik rencana suntikan dana tersebut.


Iwan Sumule mengurai bahwa dasar BUMN dibentuk dan dibangun adalah untuk menopang ekonomi dan keuangan negara, bukan menggerus uang negara.

Sementara di saat negara sedang dilanda krisis akibat wabah virus corona, seharusnya BUMN tampil sebagai pemberi solusi. Bukan malah ikut menggerogoti seperti virus.

“Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan dapat suntikan dana Rp 152,15 triliun? Loh, BUMN itu yang harusnya nyuntik negara. Kok malah jadi “vampir" penghisap uang negara? Menyedihkan!” kesalnya kepada redaksi, Kamis (14/5).

“Erick Thohir (Menteri BUMN) katanya jagoan ekonomi. Jadi bingung,” sindir ketua DPP Partai Gerindra itu.

Menurutnya, daripada uang ratusan triliun rupiah itu digelontorkan untuk BUMN, lebih baik diarahkan untuk memberi subsidi pembayaran BPJS Kesehatan rakyat.

Terlebih saat ini pemerintah telah membebankan defisit anggaran BPJS Kesehatan kepada rakyat melalui iuran peserta yang dinaikkan hingga hampir dua kali lipat.

“Jadi bukannya rakyat dibebani dan peras, sementara pengelolaan BUMN banyak telah terbukti tidak becus dan merugi, hanya jadi bancakan. Bahkan ada BUMN yang baru didengar namanya oleh ,enkeu SMI dapat penyertaan modal negara (PMN),” tegasnya.

“Kebijakan pemerintah saat ini tidak ada lagi yang pro rakyat. Subsidi BPJS kan lebih dari cukup dibanding suntik dana ke BUMN Rp 152,15 triliun,” demikian Iwan Sumule.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya