Berita

Muhammad Nabil Haroen/RMOL

Politik

Luhut Ngotot Butuh TKA China, Gus Nabil PDIP: Jangan Tersandera Investasi, Pikirkan Ratusan Ribu TKI Yang Pulang Kampung

KAMIS, 14 MEI 2020 | 15:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sempat memberikan pernyataan bahwa Indonesia memerlukan tenaga kerja asing (TKA) asal China pada bulan Juli mendatang untuk sejumlah perusahaan tambang.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muhammad Nabil Haroen menyampaikan bahwa hadirnya para pekerja asing di Indonesia harus dapat dilihat dalam konteks profesional dan juga terkait kesepakatan politik ekonomi dengan investor.

“Pernyataan Pak Menteri Luhut B Panjaitan, harus dilihat dalam konteks itu. Jadi, harus dicek ulang apakah kedatangan 500 pekerja asing dari China itu sesuai dengan prosedur ketenagakerjaan atau tidak. Logikanya, surat perijinan sudah selesai baru orangnya masuk. Ini kan ada yang tidak tepat,” ujar Gus Nabil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (14/5).


Politisi dari PDI Perjuangan ini menilai gagasan untuk mendatangkan pekerja asing asal Cina di tengah pandemik Covid-19 tentu bukanlah hal yang bijak dilakukan pemerintah.

“Seluruh dunia sedang berjuang untuk melawan pandemik Covid-19 dengan segala kekuatan masing-masing. Jadi, pemerintah harus fokus pada penanganan Covid-19, baru setelah reda berpikir percepatan pembangunan ekonomi,” katanya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini berharap, pemerintah tidak terbelenggu oleh utang negara lain dengan tumbal mengesampingkan pekerja Indonesia dan memberikan kepada pekerja asing.

“Pemerintah jangan sampai tersandera investasi/utang hingga terpaksa memakai tenaga asing. Kita harus ketat pada prosedur pekerja di negeri ini. Apalagi, pasca pandemik Covid-19, ada ratusan ribu TKI yang pulang kampung. Pemerintah harus memprioritaskan solusi atas nasib mereka, dengan bantuan pangan, peningkatan skill dan akses pekerjaan,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya