Berita

Menko Luhut Binsar panjaitan secara virtual meresmikan Gerakan Bangga Buatan Indonesia/Istimewa

Politik

Resmikan Gerakan Bangga Buatan Indonesia, Luhut: Ayo Buat Produk Yang Bagus

KAMIS, 14 MEI 2020 | 14:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dalam rangka menghadapi dampak perekonomian akibat pandemik Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengajak pelaku Usaha Mikro Kelas Menengah (UMKM) bergabung dalam platform penjualan secara daring.

Hal itu disampaikan usai meresmikan Gerakan Nasional (Gernas) #BanggaBuatanIndonesia untuk #BeliProdukIndonesia yang dilakukan secara virtual, Kamis (14/5).

“Gerakan #BanggaBuatanIndonesia untuk #BeliProdukIndonesia ini merupakan upaya mendorong penjualan produk ekonomi kreatif atau produk UMKM lainnya ke platform online. Sekarang kita mulai promosikan ini, kerja sama semua lintas kementerian, ini semua pemain-pemain di dalam UMKM, pemerintah memfasilitasi untuk bisa semua masuk di dalam online ini,” kata Menko Luhut.


Menko Luhut menjelaskan, UMKM sendiri merupakan pilar dari perekonomian di Indonesia, serta memiliki peran penting dalam perekonomian bangsa. Oleh sebab itu, pihaknya berharap semua UMKM dapat bergabung bersama-sama memajukan kualitas serta produk Indonesia.

“Ayo ajak teman-teman yang lain, buatlah brand yang bagus, anda bisa juga jadi pengusaha yang sangat terkenal dengan memanfaatkan platform ini,” ujarnya.

Guna meningkatkan produktivitas UMKM, kata Menko Luhut, pemerintah memberikan pelatihan dan juga insentif sebesar Rp 34,1 triliun yang digelontorkan untuk para usaha kecil menengah. Oleh sebab itu, dia berharap seluruh anak muda Indonesia dapat memanfaatkan hal tersebut.

“Orang Inggris bilang chances never come twice, kesempatan tidak datang dua kali. Jadi ayo kita sungguh-sungguh, lakukan, manfaatkan, buat produk-produk Indonesia, cinta produk-produk Indonesia, kita beli produk Indonesia. Itu semua saya pikir hebat,” tandasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya