Berita

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono/Net

Politik

Waketum Gerindra: Kalau Kangmas Jokowi Benar Pro Rakyat, Mohon Perpres Kenaikan Iuran BPJS Ditarik Dulu

KAMIS, 14 MEI 2020 | 12:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penerbitan Perpres 64/2020 tentang Jaminan Kesehatan terus menuai kritik dari masyarakat. Penerbitan aturan yang akan menaikkan iuran peserta BPJS Kesehatan itu dianggap tidak tepat lantaran rakyat sedang dirundung krisis akibat wabah virus corona.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono menilai kebijakan Presiden Joko Widodo ini konyol. Sebab, rakyat yang kini menderita akan semakin terbebani dan tidak bisa mendapatkan fasilitas kesehatan di negara ini.

“Saya hampir enggak habis pikir, di mana rasa kemanusiaan Kangmas Joko Widodo? Rakyat ekonominya lagi mengarah menuju kemelaratan nasional, kok malah naikan iuran BPJS Kesehatan,” ujarnya bertanya-tanya pada redaksi, Kamis (14/5).


Seharusnya, Jokowi lebih paham dengan derita yang dialami rakyat, terlebih beberapa waktu lalu mantan walikota Solo itu sempat blusukan ke lorong kecil untuk memberi bantuan sembako.

Aksi berbagi sembako harus bisa dimaknai bahwa rakyat sedang kesulitan membeli sembako, apalagi harus membayar iuran BPJS Kesehatan yang tarifnya naik.

“Catat ya pembagian sembako oleh pemerintah di masa pandemik Covid-19 ini banyak dibagikan di masyarakat peserta BPJS Kesehatan yang bayar iuran loh,” sambung ketua umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu itu.

Dia berharap Joko Widodo segera sadar bahwa apa yang dilakukan itu salah. Kemudian, mantan gubernur DKI Jakarta tersebut bisa menarik perpres dan memanfaatkan pembiayaan BPJS dengan menggunakan dana dari Perppu Corona yang telah disahkan DPR.

“Kalau memang Kangmas itu sadar dan memang benar-benar pro rakyat, mohon tarik sementara perpres kenaikan iuran BPJS Kesehatan,” harapnya.

“Jangan salahkan rakyat makin sebel dan kesal sama kangmas. Saya sudah ingatkan lho ya,” tutupnya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya