Berita

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang sudah dibatalkan MA diubah oleh Presiden Joko Widodo melalui Perpres 64/2020/Net

Politik

Jokowi Kelabui MA Dan Rakyat Soal Iuran BPJS Kesehatan, Saiful Anam: Di Mana Nilai Keadilannya?

KAMIS, 14 MEI 2020 | 08:12 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo dinilai telah mengelabui Mahkamah Agung (MA) dan rakyat karena telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) yang berisi tentang kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Perpres yang dimaksud adalah Perpres 64/2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan. Perpres ini berisi tentang kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Padahal, Mahkamah Agung telah membatalkan Pasal 34 Ayat 1 dan 2 Perpres 75/2019 tentang Perubahan Atas Perpres 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan yang menjelaskan kenaikan iuran BPJS Kesehatan sesuai dengan Putusan MA tanggal 27 Februari 2020 Perkara Nomor 7 P/HUM/2020.


"Jadi putusan pengadilan itu tidak bisa hanya dipatuhi beberapa saat, itu sama halnya mengelabui pengadilan dan rakyat," ucap pakar hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (14/5).

Pada putusan uni materi, lanjut Saiful, berlaku azas erga omnes yang artinya berlaku untuk semua, kepada siapa pun, dan kapan pun.

"Tidak bisa dengan mematuhi hanya beberapa saat. Di mana nilai keadilannya? Apalagi saat ini masyarakat sedang di masa sulit harus menghadapi Covid-19, yang sejalan dengan pertimbangan MA yang secara sosiologis masyarakat masih sulit dalam perekonomian," jelas Saiful.

Apalagi, kata Saiful, dalam putusan MA tersebut disebutkan daya beli masyarakat masih belum siap dengan adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

"Apakah diartikan Juni daya beli masyarakat sudah siap oleh pemerintah? Jelas tidak, apalagi sekarang ada Covid-19. Makanya menurut saya itu akal-akalan pemerintah saja untuk mensiasati putusan MA," pungkas Saiful.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya