Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Net

Politik

Krisis Ekonomi 2020 Lebih Parah Dibanding 1998, Begini Penjelasan Menko Airlangga

KAMIS, 14 MEI 2020 | 07:49 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Krisis ekonomi yang terjadi di tahun 2020 akibat pandemik Covid-19 lebih parah ketimbang krisis yang terjadi di tahun 1998 lalu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengurai bahwa banyak guncangan dahsyat yang terjadi di tahun 2020. Memang, sambungnya, guncangan sama-sama terjadi di sektor finansial, salah satunya nilai tukar mata uang.

“Sehingga tentu orang bangun tidur utang naik dua kali. Nah itu saja yang terjadi tahun 1998," ujar Menko Airlangga dalam dialog bersama TVRI Nasional, Rabu malam (13/5).


Namun pada tahun 1998, sambungnya, episentrum guncangan ekonomi hanya dirasakan di beberapa negara saja. Khususnya hanya di negara-negara ASEAN, sementara negara lain tidak terdampak.

Artinya, ekspor komuditas masih bisa berjalan, sehingga waktu itu sektor agriculture diuntungkan dan UMKM," jelasnya.

Namun saat ini, kata Airlangga, episentrumnya terjadi di 210 negara. Sehingga ekspor tidak bisa berjalan dengan baik, harga komuditas turun drastis, dan UMKM terkena dampak negatif pertama dengan adanya aturan dan kebijakan untuk memotong mata rantai Covid-19.

"Dengan adanya pengetatan untuk memotong mata rantai kesehatan, maka sektor komersil berhenti, sektor pariwisata berhenti, sehingga kalau kita lihat seluruh sektor ada yang paling berat pariwisata perhotelan 70 persen," bebernya.

Ketua umum Partai Golkar ini menyampaikan bahwa Indonesia tidak terlalu berdampak negatif parah dan diprediksi Indonesia merupakan satu dari tiga negara yang masih diambang positif dalam laju pertumbuhan ekonomi.

"Indonesia diprediksi satu dari tiga negara yang positif, yaitu Indonesia, China, dan india. Pertumbuhannya masih positif dibandingkan yang lain. Nah dalam pertumbuhan kemarin kuartal pertama kita masih positif di 2,97persen," tambahnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya