Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam dialog di TVRI/Repro

Politik

Menko Airlangga Tegaskan Pemerintah Sudah Siapkan Stimulus Pemulihan Ekonomi

RABU, 13 MEI 2020 | 22:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sejumlah stimulus guna pemulihan ekonomi setelah bencana wabah Covid-19 mereda sudah disiapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Pertama, kata Airlangga, pemerintah sudah menyiapkan anggaran dalam sektor kesehatan yang termaktub dalam Perppu 1/2020.

"Anggaran sebesar Rp 75 triliun di sektor kesehatan untuk rapid test kesehatan rumah sakit dan seluruh insentif kepada mereka di garis depan dokter, suster, dan pata relawan yang ada," ucap Airlangga dalam dialog bersama TVRI Nasional, Rabu (13/5).


Yang kedua, lanjut Airlangga, terkait dengan jaring pengaman sosial untuk masyarakat sebesar Rp 110 triliun.

"Itu mulai dari PKH, kemudian perluasan dari dana nontunai, kemudian sembako langsung dan bantuan langsung tunai, di dalamnya juga termasuk untuk petani dan ada Kartu Prakerja," jelasnya.

Selanjutnya adalah jaring pengaman sektor ekonomi dari pembebasan Pph yang merujuk pada Perppu 1/2020 dalam Pasal 21, 22, dan 25 yang sudah diperluas fasilitasnya dengan menggelontorkan dana Rp 57 triliun.

"Ada khusus untuk UMKM terdiri dari tingkat suku bunga yang lebih rendah khususnya untuk KUR itu ditanggung oleh pemerintah dalam enam bulan, tiga bulan pertama enam persen, tiga bulan kedua sebesar tiga persen. Itu KUR antara Rp 10 juta hingga Rp 500 juta," jelasnya.

"Kemudian UMKM itu sebesar Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar pemerintah berikan relakasi 3 bulan pertama tiga persen dan tiga bulan kedua turun dua persen dan kredi usaha mikro di bawah Rp 10 juta.  Pemerintah memberkan subsidi bunga 6 persen sslama enam bulan," tambahnya.

Pihaknya berharap agar wabah Covid-19 ini tidak menjadi bencana yang melumpuhkan seluruh sistem keuangan negara.

"Pemerintah berharap bahwa pandemik kesehatan ini tidak bergeser ke bencana PHK, kemudian bergeser lagi nanti bencana sistem keuangan dan juga tentunya juga masalah sosial kemasyarakat," tandasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya