Berita

Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani/Net

Politik

Iuran BPJS Naik Saat Pagebluk Covid-19, Netty Prasetyani: Pemerintah Mencederai Kemanusiaan!

RABU, 13 MEI 2020 | 20:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah dinilai tidak peka terhadap psikologi masyarakat yang sedang kesulitan secara ekonomi karena pagebluk wabah virus corona baru (Covid-19). Hal ini lantaran pemerintah meneken Perpres  64/2020 yang diikuti naiknya iuran BPJS Kesehatan.

Begitu kata anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (13/5).  

"Pemerintah tidak memiliki kepekaan dan empati terhadap suasana kebatinan dan ekonomi masyarakat yang terpukul akibat Covid-19. Maka kebijakan kenaikan ini sangat mencederai kemanusiaan," ujar Netty.


Menurut isteri mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ini, pemerintah seharusnya berempati kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa-masa sulit akibat terdampak Covid-19. Karena itu, prediksi para ahli dan pakar terkait masa depan ekonomi dalam negeri sedianya ditampung pemerintah.

"Menurut beberapa pakar kondisi ekonomi kita akan terganggu hingga akhir tahun bahkan awal tahun depan," tuturnya.

Lebih lanjut, Politisi PKS ini meminta pemerintah agar tidak membuat kekhawatiran masyarakat dengan menaikkan iuran BPJS. Sebab, dengan dinaikkannya iuran BPJS justru menambah beban masyarakat.

"Pemerintah harusnya fokus dalam penanganan kesehatan terhadap Covid-19 dengan menggunakan anggaran kesehatan yang sudah disiapkan. Jangan bikin pusing rakyat dengan kebijakan yang kontradiktif dan membingungkan," pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya