Berita

Anggota Komisi XI, Kamrussamad/Net

Politik

Perppu 1/2020 Resmi Jadi UU, Gerindra: Semoga KSSK Komitmen Kedepankan Kepentingan Negara

RABU, 13 MEI 2020 | 13:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat RI Puan Maharani telah mengetuk palu sidang rapat paripurna mengenai pengesahan Peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) 1/2020 sebagai undang-undang. Banyak pihak mengecam DPR tidak berpihak pada kepentingan rakyat dan memilih oligarki.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra Kamrussamad menyoroti Perppu 1/2020 Pasal 27 yang dianggap sebagai alat imun pejabat negara dalam mengeluarkan kebijakan ekonomi di tengah pandemik virus corona baru (Covid-19).

“Paska disahkan Perppu 1/20 menjadi UU maka kekuasaan negara bidang keuangan sepenuhnya di tangan KSSK, apapun kebijakan dan keputusan sah secara hukum dan tidak bisa di anggap sebagai kerugian negara, alias selalu terbebas dari jeratan hukum,” ucap Kamrussamad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (13/5).


Pihaknya berharap agar KSSK berpedoman Pancasila dan berpihak pada kepentingan rakyat bukan kepentingan pihak tertentu yang berusaha merusak sistem perekonomian negara.

“Semoga KSSK memegang teguh komitmen bernegara mengedepankan national interest (kepentingan nasional) diatas segala galanya dalam mengambil kebijakan sektor keuangan,”harapnya.

Dengan adanya kekebalan hukum bagi pejabat negara lewat Perppu 1/2020 tersebut. Kamrussamad mengkhawatirkan Indonesia akan terancam utang yang lebih besar.

“Agar bangsa Indonesia tetap bisa survive sebagai bangsa besar dan kuat, jika sebaliknya maka kedaulatan negara bisa saja terancam dengan utang melebihi dari standar internasional yaitu 35 persen dari PDB. Yang akan jadi beban anak cucu bangsa Indonesia,” tandasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya