Berita

Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta/Net

Politik

Kebijakan Pemerintah Semakin Membingungkan, Tidak Jelas Siapa Komandonya

RABU, 13 MEI 2020 | 12:46 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Rencana pemerintah memberikan kelonggaran aktivitas selama darurat wabah Covid-19 kepada warga yang berusia 45 tahun ke bawah berisiko tinggi.

Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta bahkan tidak habis pikir dengan apa yang ada dibenak Presiden Joko Widodo dan jajaran hingga tercetus rencana tersebut.

"Saya tidak habis pikir, apa yang ada dibenak Pak Presiden dan jajarannya. Mengapa selalu keluar statemen yang membuat bingung masyarakat,” geramnya kepada wartawan, Rabu (13/5).


Kebijakan pemerintah yang membingungkan itu, kata Sukamta, kebijakan pemerintah yang di awal telah memberlakukan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membatasi masyarakat dan juga moda transportasi.

Tapi kemudian aturan itu seperti dilanggar sendiri. Sebab beberapa waktu lalu Menko Polhukam Mahfud MD engeluarkan wacana relaksasi PSBB untuk menguatkan laju perekonomian yang mulai melemah.

“Kemudian disusul statemen Menteri Perhubungan membuka kembali operasional moda transportasi. Masih belum selesai kebingungan masyarakat, Ketua Gugus Tugas sampaikan rencana longgarkan aktivitas bagi warga usia dibawah 45 tahun,” urainya.

Sukamta juga menyoroti statemen pelonggaran PSBB yang disampaikan Presiden Joko Widodo, yang meminta pembantunya agar tidak tergesa-gesa atau berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan.

Menurutnya, pernyataan itu semakin membingungkan dan semakin tidak jelas siapa yang jadi komando tertinggi dalam situasi krisis seperti ini.

“Ini semakin memperkuat dugaan pemerintah hingga hari ini tidak punya konsep untuk tangani Covid-19, tidak punya kriteria terhadap situasi yang dihadapi, tidak punya tolak ukur untuk mengevaluasi kebijakan yang sudah dilakukan,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya