Berita

Politik

Survei IDM: 82.9% Responden Yakin Program Prakerja Sangat Bermanfaat

SELASA, 12 MEI 2020 | 05:32 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Program Kartu Prakerja sangat diminati masyarakat yang akan memasuki dunia kerja dan usaha. Meski demikian, harus ada perbaikan dalam sistim dan konten penyampaian modul-modul pelatihan online.

Demikian temuan hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM). Survei terbaru ini diikuti 1318 responden dari 29 provinsi dan 430 kabupaten/Kota yang digelar 18 Maret hingga 2 Mei 2020 lalu.

"Survei ini bertujuan memotret pendapat masyarakat tentang program kartu Prakerja di saat pandemi Covid 19,” terang Direktur Eksekutive IDM Fahmi Hafel.Sip dalam keterangannya yang diterima kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/5).


Fahmi menjelaskan, dari hasil jajak pendapat itu ditemukan fakta bahwa pengenalan dan pengetahuan masyarakat tentang Program Kartu Prakerja dari janji kampanye Presiden Joko Widodo saat Pilpres 2019, cukup tinggi.

"Dari 1318 responden yang disurvey sebanyak 78,45 mengetahui benar adanya program Kartu Prakerja, sedangkan 21,6 persen lain mengaku belum benar-benar paham," terang dia.

Dari hasil survei, tambah dia, sebanyak 71,6% masyarakat mengetahui manfaat program Kartu Prakerja. Sedangkan 28,4% lainnya, mengaku masih belum paham.

Sementara 82.9% responden menyatakan bahwa Kartu Prakerja sangat bermanfaat bagi mereka khususnya untuk memasuki dunia Kerja dan dunia wiraswasta.

"Sebanyak 10,7% menyatakan belum merasakan kegunaan Kartu Program Pra Kerja dan sebanyak 8,4% tidak memberikan jawaban," tambah dia.

Fahmi menambahkan, dari temuan survei didapati juga bahwa dari jawaban responden sebanyak 48,6% merupakan masyarakat terkena PHK akibat dampak Covid-19, sebanyak 38,8% merupakan fresh graduate yang unskill di dunia kerja dan wiraswasta dan 12,6% merupakan pekerja tidak tetap di sektor informal.

"Dari temuan survei, 70,7% responden menyatakan dana yang didapat dari Kartu Prakerja sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga mereka yang menurun akibat terdampak Covid-19. Sedangkan 20,1% responden menyatakan cukup membantu kehidupan ekonomi mereka," ujar dia.

Fahmi menambahkan, dari temuan survei sebanyak 68,9% responden mengaku kesulitan untuk mengerti dan paham pelatihan pelatihan yang disediakan platform digital secara online dalam program Kartu Prakerja dengan alasan tidak menguasai teknologi internet dan tidak punya gadget atau komputer di rumah.

"Sebanyak 20,7% menyatakan cukup paham, sedangkan sebanyak 10,7% menginginkan pelatihan dalam bentuk tatap muka langsung. Misal pelatihan menjadi barista," tambah dia.

Fahmi menambahkan, dari survei tersebut pihaknya menyimpulkan, program Kartu Prakerja memang sangat diminati oleh masyarakat yang ingin masuk ke dunia kerja dan usaha. Hal ini tergambar dari antusias pendaftar yang mencapai 3,7 juta peserta.

"Di saat pandemi Covid-19, program Kartu Prakerja sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang kehilangan usaha dan pekerjaannya," ujar Fahmi.

Meski demikian, pihaknya memberi catatan, harus ada perbaikan dalam sistim dan konten penyampaian modul-modul pelatihan online agar bisa lebih dimengerti peserta program Prakerja.

“Harus ada modul modul pelatihan dalam program kartu Pra Kerja secara tatap muka langsung dengan para trainer. Artinya kedelapan Platform Digital itu harus memiliki training center di seluruh Indonesia yang bisa memberikan pelatihan secara tatap muka langsung,” ujar dia.

Fahmi menerangkan, survei IDM ini menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini mengambil sample sebanyak 1318 warga negara Indonesia yang sudah berumur di atas 17 tahun. Responden diwawancara langsung melalui saluran telepon.

“Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95% dan margin of error sebesar kurang lebih 2,7 persen,” tandas Fahmi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya