Berita

Diagram survei Cespels soal kenyamanan masyarakat terkait kebijakan PSBB/Repro

Politik

Hasil Survei: Mayoritas Masyarakat Tak Nyaman Kerja Dan Belajar Dari Rumah

SENIN, 11 MEI 2020 | 16:10 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mayoritas masyarakat Indonesia merasa tidak nyaman belajar dan bekerja dari rumah selama kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah di tengah pandemik Covid-19.

Hal itu dapat dilihat dari hasil Survei Nasional Covid-19 yang diselenggarakan Center for Social Political Economic and Law Studies (CESPELS) yang melibatkan 1.053 responden di 34 Provinsi di Indonesia.

"Sebanyak 50 persen responden merasa tidak nyaman belajar dan bekerja di rumah. Sebanyak 13,2 persen merasa sangat tidak nyaman. Sedangkan yang nyaman hanya 33 persen dan sangat nyaman hanya 3,7 persen," kata Direktur Konsultasi dan Kerjasama CESPELS, Fuad Adnan, Senin (11/5).


Sebesar 48,3 persen responden menilai selama tinggal di rumah saat PSBB menganggu pendapatan mereka. Apalagi, cara penanggulangan dari pemerintahan Jokowi dinilai berdampak buruk terhadap ekonomi pribadi maupun keluarga.

Hal itu dikarenakan tidak adanya kebijakan strategis pemerintah yang mampu meringankan beban pengeluaran rakyat selama tetap di rumah di tengah pandemik Covid-19. Kebijakan strategis yang dimaksud seperti adanya program subsidi internet gratis untuk rakyat.

"Mayoritas responden yakni sebesar 55,4 persen menyatakan sangat memerlukan dan menyetujui kebijakan subsidi internet gratis. 38,2 persen menyatakan memerlukan," bebernya.

Namun secara keseluruhan, mayoritas responden menilai kebijakan bekerja, belajar, dan ibadah di rumah selama PSBB dinilai tepat dilakukan saat pandemik Covid-19.

"Mayoritas responden sebesar 90,1 persen menilai kebijakan belajar, bekerja dan beribadah di rumah itu tepat," tandasnya.

Survei Nasional ini diselenggarakan sejak 21 April hingga 3 Mei 2020 dengan melibatkan 1.053 responden di 34 Provinsi di Indonesia dengan metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Sedangkan teknik sampling menggunakan stratified random sampling dengan margin of error kurang lebih 3 persen serta menggunakan sumber dana mandiri.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya