Berita

Mantan Dirjen Otda Kemendagri, Djohermansyah Djohan/Net

Politik

Djohermansyah: Indonesia, Negara Kesatuan Rasa Federal

SENIN, 11 MEI 2020 | 15:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pandemik Covid-19 telah menjadi bencana nasional. Untuk itu pemerintah pusat bertanggung jawab sepenuhnya dalam menangani pandemik ini.

Demikian yang disampaikan mantan Dirjen Otda Kemendagri, Djohermansyah Djohan saat menjadi narasumber dalam webinar yang diselenggarakan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dengan mengangkat tema 'Perspektif daerah dan pusat dalam penanggulangan Covid-19: Evaluasi dan efektivitas.

"Sebagai negara kesatuan, sumber kekuasaan pemerintah daerah berasal dari pemerintah pusat. Namun yang terjadi justru kita, negara kesatuan tapi rasa federal," ujarnya, Senin (11/5).


NKRI rasa federal dirasakan ketika pemimpin daerah bertanggung jawab kepada masyarakatnya dalam mengatasi pandemik Covid-19. Padahal mengenai Covid-19, pemerintah pusat lah yang paling bertanggung jawab.

"Seharusnya kewenangan penanganan Covid-19 sepenuhnya di tangan pusat. Pemerintah daerah hanyalah sebagai perpanjangan tangan," katanya.

Dalam kondisi gawat darurat seperti ini, posisi kepala daerah mempunyai tugas sebagai kepala pemerintahan daerah dan wakil pemerintah pusat. Sementara presiden sebagai kepala pemerintahan yang memegang urusan pemerintahan umum, dibantu menteri dan lembaga terkait.

"Jadi Menko yang enggak punya kapasitas jangan ikutan bicara. Tanggung jawab besar di pusat, jangan terbalik-balik. Kok (sekarang) jadi daerah yang seolah jadi penanggung jawab," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya