Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin/Net

Politik

TKA China Datang Di Bulan Juli, Pengamat: Corona Belum Tentu Beres Dan Rakyat Masih Nganggur

SENIN, 11 MEI 2020 | 11:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sanggahan dari Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marivest) Luhut Binsar Pandjaitan terkait rencana kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) dinilai tidak masuk akal.

Sebab, dia menyebut rencana mendatangkan TKA asal China masih akan dilakukan, yaitu di sekitar bulan Juni atau Juli nanti.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan, bulan Juni hingga Juli tahun ini belum dapat dipastikan pandemi Covid-19 berakhir di Indonesia. Karena itu, pemerintah telah melakukan rencana yang justru mengesampingkan warganya sendiri.


"Sama saja. Juli itu belum tentu corona beres dan tuntas. Bisa ada second wave corona. Ini rakyat sendiri menganggur dibiarkan. Namun disaat yang sama TKA asal China dipekerjakan," kata Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (11/5).

Menurut pengamat politik jebolan Universitas Indonesia ini, apabila pada kurun waktu tersebut Covid-19 sudah hilang, maka masyarakat pun masih membutuhkan pemulihan untuk kembali mendapatkan pekerjaan karena PHK yang menimpanya.

"Dan kalau pun corona sudah mereda. Rakyat banyak yang nganggur yang disebabkan PHK karena corona. Lalu pemerintah mendatangkan TKA asal China? Logika aneh dan terbalik-balik," pungkasnya.

Menko Marves, Luhut Binsar Panfjaitan menyebut rencana ratusan TKA asal China yang akan dipekerjakan di pabrik baterai di Konawe, Sultra itu baru akan dimulai Juni hingga Juli 2020 mendatang. Karena itu, dia membantah akan mendatangkan TKA asal China itu dalam waktu dekat ini.

"Nggak ada lah. Orang itu berencana minta, setahu saya, saya juga baru dengar dari media malah. Dia itu nanti baru bulan Juni-Juli baru kejadiannya," kata Luhut dalam sebuah bincang santai yang disiarkan RRI, Minggu (10/5).

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya