Berita

Kadiv Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, sebut sudah lebih dari 35 ribu kendaraan yang dipaksa putar balik karena memaksa mudik/Istimewa

Presisi

15 Hari Operasi Ketupat, Polri Halau 35.945 Kendaraan Pemudik

SABTU, 09 MEI 2020 | 23:48 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Dalam 15 hari pelaksanaan Operasi (Ops) Ketupat 2020, Polri mencatat ada 35.945 kendaraan bermotor masyarakat yang dipaksa putar balik lantaran nekat melakukan mudik di tengah pandemik Covid-19.

Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi mengeluarkan peraturan pelarangan mudik kepada warga selama terjadinya pandemik Covid-19. Tujuannya, agar memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Jumlah total kendaraan bermotor yang diputarbalik selama 15 hari pelaksanaan operasi ketupat sebanyak 35.945," jelas Kadiv Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (9/5).


Sementara itu, jumlah kendaraan yang diputarbalikan pada hari ini, Sabru (9/5), bertambah 1.875 kendaraan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Rinciannya adalah Polda Metro Jaya 778 kendaraan, Polda Jawa Barat 365, Polda Jawa Tengah 185, Polda Jawa Timur 323, Polda DIY 15, Polda Banten 166, Polda Lampung 43.

Di sisi lain, dalam 15 hari pelaksanaan Ops Ketupat, polisi juga menangani jumlah kejadian kecelakaan sebanyak 41 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak delapan orang dinyatakan meninggal dunia.

"Korban luka berat lima orang, luka ringan 76 orang dan kerugian materi ditaksir mencapai Rp 65 juta," ujar eks Karo Penmas Divisi Humas Polri itu.

Sedangkan, dari segi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polri mencatat ada 574 kasus dengan 20 kejadian.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya